Rabu, 23 Oktober 2013

Dia Dia Dia.... My Elfi Fansuri (di awal PL)



Hari ini ke-empat dia PL. di PKPU jalan By pass lebih tepatnya itu rumah zakat.. kemaren itu emang iya. Sengaja ku bawa diriku  mengintip lokasi dimana dia PL, syukur ndak di luar padang J Masih ingat dulu dia pernah bercerita bahwa dia akan di kirim ke Jakarta untuk PL di sana. Galau rasanya dengar kata-kata itu. sekarang ntah rasa apa yang muncul, ini masih berhubungan dengan komunikasi. awal dia memulai KKN, mungkin aku juga yang super penasaran dengan lokasi KKNnya. Sepulang kuliah, ku sempatkan singgah karna kabar-kabar angin pembagian lokasi untuk mahasiswa KKN telah di pajang dan di umumkan. Beberapa mahasiswa semester VI pun telah berjajaran disana. Akupun juga ikut mencari mulai dari pojok yang berlokasikan di pasaman, batu sangkar  berjalan ke ujung jari jemariku menelusuri satu persatu nama-nama dari mahasiswa yg akan berangkat KKN. Akhirnya kutemukan nama dia  berada di lokasi pariaman lengkap dengan alamat kecilnya, serta beberapa anggota dalam kelompok kecil itu. Ku ketik di handphone secara detail dan ku send langsung wktu itu. Beberapa numbor ku save, siapa-siapa saja orang yang  akan berkecimpung dengannya termasuk kak Mira seniorku waktu di MAN dulu,,
Selang waktu berjalan, akhirnya hari keberangkatan itu datang, beberapa minggu sebelumnya. Tak pernah ku berjumpa dengannya karna seminggu sebelum keberangatan, tepatnya hari Senin,3 Juni 2013 dia harus pulang kampung ke Aceh Singkil, tepatnya di kepulauan Teluk Nibung untuk menghadiri upacara pernikahan kakak yang dia anggap paling sayang sama dia.. (dia kakak yang beruntung mempunyai adek shaleh yang ku simpan banyak pengharapan terhadapnya) secuil cerita tentang keberangkatan sang idola ke kampung halaman tercinta, siang itu dalam suasana badai. Ku sempatkan bolos kuliah karna ada urusan di PT Semen Padang berdua dengan Linta Wardah teman semasa MAN dulu yang sekarang kuliah di Fakultas Tarbiyah,, Dalam perjalanan pulang dari PT Semen muncul inisiatif untuk membelikan dia makanan untuk berbuka puasa. Karena rutinitas kebiasaan baik yang dia ajarkan. menjadi rutinitas baik juga bagiku, yaitu membiasaakan puasa senin-kamis, rutinitas itu mulai ku biasakan sejak aku mulai mengenalnya. Sebelum dia yang tercinta berangkat ke kampung halaman. Aku singgah di minimarket dekat simpang tanah sirah..bingung juga mw membeli apa? aku ambil saja apa yang aku kira-kira dia suka. Sebenarnya dari pagi emang udah niat. Tapi niat itu ndak begitu kuat sampai dorongan kuat untuk insiatif itu muncul dari linta. siang itu kita masih tlfonan dan smsan. Ini puncaknya pas mau ngasihin. Ne hari badai, pohon-pohon  bergoyang melambai-lambai, debu jalanan terbang semua di tambah lagi telapak tangan ne mendingin gemetar mw ketemu dia..Hmm alam cukup melambangkan suasana hati akan pertemuan ini Gugup ini tetap,, sebenarnya sudah biasa. Tapi kadang-kadang lain-lain pula gugupnya. Sesampai di lubeg simpang Mushalla Hidayah ku tlfon dia.. tp tak di angkat sampai berkali-kali. Tetap tak ada jawaban, hati mulai kacau, mungkin dia telah berangkat pergi. Ku sms ndak di balas-balas.. mulai galau dan duduk termenung angin bertiup kencang membuat mata ku semakin perih karena debu jalanan, hijabkupun ikut di balik-balik angin..aku diam Sejenak…. ku pandangi lagi. Masuk sms, “afwan dek bg baru selesai shalat. Ne mw berangkat lagi”.. langsung ku berdiri dan ku telfon,, 2x ku mscl baru di angkat sama si abang :D  travel yang menghantar dia kekampung halaman keluar dari simpang mushalla lepas ne sesek rasanya, dia bertanya aku lagi di mana?? “lagi di simpang mushalla”. Bernada kaget,, Dimana? Akhirnya dia melihatku, ku hampiri tu mobil dan ku berikan bekal yang ku beli tadi sambil berkata “ne untuk berbuka ntar, hati-hati di jalan ya bg”.waktu itu hari menunjukkan pukul 16:05:13 sambil senyum menghantar kepergiannya Ku palingkan wajah dan ku hidupkan motor menuju rumah linta yang di ketaping, Haru pilu sedih melepasnya waktu itu. Sungguh resah ne hati. Sungguh gelisah ne raga, dalam gemetarnya diri aku menangis, hujanpun ikut mengguyur. Sms dia pun masuk “nekat betul sya y.. Hmm mksh ya” iya bg “hujan sya,hati-hati” ...., tepat pukul 18:17:33 kau tinggalkan tanah kelahiranku ini. Pilu hati.. demi kerindunmu dengan sanak-saudara dan kakak yg lagi berbahagia yang rindu akan hadirmu, turut ku doakan perjalanmu,,salam doa agar engkau selamat sampai tujuan dan kembali lagi menuntut ilmu di negeri ku ini. Esok harinya tepat tanggal 04 juni 2013, 17:52:03 dia mengabarkan bahwa dia telah sampai di singgkil, dan esok paginya dia harus naik kapal ke teluk nibung.. sungguh kampung yang ku idamkan untuk ku melangkahkan kaki amat jauh dari pelupuk mata. Dia pergi, hatikupun serasa terbawa ikut pergi bersamanya….itulah hari terakhir kita bertemu sebelum dia berangkat KKN ke Pariaman.
Dan pagi itu sebelum dia berangkat KKN, dengan suasana yang mendung ku berjalan dari gerbang IAIN Imam Bonjol menuju bangku perkuliahan dengan kaki yang terbalut perban karena kecelakaan yang ku lalui bersama fitri ramadhani karena hujan-hujan pulang dari pantai Purus menepis kegundahan hati...hingga fakultas dakwah dengan hati yang sedikit berkecil.. pada hari itu kuliahpun tak focus. Fikirku hanya dia “fansuri” lama tak jumpa, diriku rindu..Dengan suasana yang sedikit badai itu ku ke kantin DW. Di sana ku bertanya sama Ibu kantin “Bu adakah bg fan kesini ntuk berpamitan??”.. ibu berkata “belum, mungkin sebentar lagi si elfan  kesini ca”. Hati tak tenang ku melangkah kelantai 2 fakultas dakwah di sana ku liat  berkerumun-kerumunan orang  menggenakan Almamater hendak berangkat kedaerah lokasi KKN masing-masing, ku telah telah, ku pandangi dan ku perhatikan masing2 kelompok orang yang berdiri di lapangan depan GSG, tak satupun dari mereka  ada dia di situ. Aku pun turun  dan bergabung duduk dengan anggota BKI-C di jenjang GSG, seraya bercengkrama dengan beberapa teman-teman seniorku kak ira lewat. Aku memanggilnya, seraya bertanya “di mana lokasi kak  KKN”?? Pariaman,  ternyata kak ira senagari dengan idolaku. Kak ira bercerita dia bendahara di kanagarian itu, dan ketuanya Elfi Fansuri. Aku senyum. Sedikit berkata lega “kak aisyah ngefans sama abng tu, klu kak dah di lokasi kak liatin bg tu ya?” kak ira jawab “Insya Allah y dek”.. lega hati tak sampai di situ, kawan ku lewat. Beberapa dari mereka tau bahwa aku mengidolakannya. Mereka bila beremu dengan sang idola di Blok M, ku bawa hati yang rindu ini ke blok M, ku liat dari sudut ke sudut, tapi tak jua ku temukan. Ntah kecewa nta apalah rasa hati. Berbalik lagi ke Kantin DW. Dan ibu bilang “barusan elfan ka siko syah, nyo lah barangkek. Tasasak sasak kasiko pamitan samo ibu” senyum J tapi ibo (sudahlah, pertemuan Engkau yang ngatur Rabb)..cukup berkaca-kaca mata ne hari itu,,  terbesit hati yang bertanya-tanya. Apa engkau lupa atau bagaimana atau sudah tak peduli lagi, beberapa getir hati ku fikir-fikirkan engkau dgn kawan baru. Lingkungan baru bahkan dengan warna yang baru nantinya..dalam lingkaran hati seorang wanita  aku sungguh sangat takut, siapa shalehah shalehah  yang memasakkan makanan untuk dia, siapa shalehah-shalehan yang akan berkecimpung dengan dia sebulan kedepan, bahkan penasaran dengan paras-paras mereka, selama itu waktu ku biar percuma tanpa menghubunginya,,, hanya karna rasa takut tak terbalaskan apa yg ku lontarkan. Sejak itu komunikasi kita bak sms yang tersangkut jaringan.. jarang sampainya, terbalaspun bisa di kata tidak. Dalam lingkaran itu aku masih mempositifkan fikiran, engkau berperan penting di sana, sumbang tindih fikiranmu dibutuhkan.. berkecimpunglah. J dan sedikit pelepas rindu Sebuah sms minal aizin walfaizin masuk ke hp ne, beberapa patah ku balas. Dia bertanya berapa kali aku mentargetkan katam Al’qur’an Ramadhan ne.Aku bilang Insya Allah sekarang dalam proses mentamatkan yang lama, habis ini Insya Allah. Dan dia pu sedikit bercerita tentang keunikkan shalat di negeri itu “ntar kalau ada waktu bg ceritakan” dia berjanjikan akan menceritakannya kepadaku, selepas kegiatan KKN. “terbayang dek sya bara lamo shalatnyo tu?” jadi iming iming fikiran bagi ku menotasikan bunyi smsmu itu..ku bayangkan engkau bercerita dengan nada hebbohnya  tentang suatu hal yang tak pernah kau saksikan sebelumnya tentang keunikan-keunikan budaya orang.. tapi tetap, semua seperti biasa. Waktu berlarut kabarpun tak ada. Rasa canggung muncul, tiap mw menghubungi, hati kecil ne selalu berkata “aisyah jangan ganggu dia, dia sibuk, dia ketua bakal banyak yang akan dia fikirkan, bakal banyak hal yang akan dia urus.  Ntar kalau kamu sms, dia nggak bakal ada waktu buat balas” selalu begitu setiap rindu itu muncul. Tapi tertahankan…. L  beberapa sms kadang msih sanggup ku send itupun Cuma ucapan selamat berbuka, tertanda sibuk, dia hanya balas “Syukron ukhti” kadang itu cukup rasanya bagiku melepas rindu ini. Sesekali ku telfon kak ira, menanyakan bagaimana kabarnya. Bagaimana dia dan lingkungannya. Jarak itu mulai kasar telihat ketika kegiatan KKN itu usai, ku beranikan diri untuk menghubunginya, tapi ndak di angkat. Bukan kepalang melayang fikiran ne.. ku selangkan sedikit waktu, dan ku coba lagi. Masih tetap ndak di angkat. Iya…… waktu itu aku nangis, anggapan itu mulai lain..paradigmaku mulai merambah kemana-mana berusaha menetralisir keadaan dengan menganggap “semua udah biasa”. Dan akan menjadi kebiasaan esoknya. Besok hari setelah itu, ku coba lagi Alhamdulillah di angkat, aku bingung mw bilang apa.. berusaha untukku bercerita tapi tetap kaku adanya. Tak seperti biasa. Padahal aku ingin mendengar celotehannya tentang pengalaman KKN itu. Ingin ku maki diri ku waktu itu. Kenapa?? Aku rindu tapi bingung, sedangkan dia hanya diam tanpa kata. ingin rasanya memaki batin ini. Kau hanya diam. Pasrah,, aku mulai memberi jarak. Aku diam aku tak berkata. Respon balikpun tak ada. Hingga telepon mati sendiri. Lepas Rasanya. Tapi batin tak tenang bertanya-tanya. Kita telah berjarak.  Pipiku telah basah.. dan Kau telah berubah.
Awal PL ini bukan takut dia akan berpalingkan muka dengan yang lain atau kawatir kita akan berjarak lagi. Tidak… bukan itu cemasku . tapi rasa Tak ingin aku menggagu dia dan studinya persis seperti ramadhan dulu.. kita akan jarang bertemu. Menghubungi dia pun. Rasa ku fikir-fikir,, kadang ku tahan rasa sungkan demi sebuah kalimat “penasaran” semua kadang berubah-ubah. Tadi pagi kita masih berkomunikasi,,, senang rasanya walau dalam keadaan panik yang amat luar biasa. Karna flesdishku ku kukira hilang. Alhamdulillah untung jatuhnya di lapangan rumah kak is. Karena semalam aku silat di sana... kalau ndak ketemu mungkin hari ini. Hari terkacau dalam hidupku selama kul. Pagi ini aku tampil makalah dua mata kuliah. Instrumen data BK dan makalah pribadi Pengantar BK, syukur tu flesh ketemu. Tapi sayangnya dosen Instrumen ndak datang tu makalah ndak jadi di presentasikan.. dan siang ini, barusan pulang kul.. segaja tak ku lewati lampu merah. Karena aku ingin melihat sang idola J eehh nyatanya Allah tau niat ku pas lewat aku lihat dia mau masuk pintu gedung PKPU. Sungguh indah skenario Mu Rabb.. Rabbi Izzati. Tak beberapa lama lagi dia akan seminar proposal. Di semester ini pasti dia akan sangat sibuk dengan studinya. Berharap dia cepat menyelesaikan kuliahnya agar gelar sarjana tersandang dipundaknya di akhir semester VII ini.. Studi ku di semester III ini karna dia Rabb. Hanya tak ingin ku buang hari tanpa melihat dia di kantin DW. Ku bayangkan waktu yang sempit ini. Seandainya studi dia cepat selesai. Takkan ku pandangi lagi dia di semester depan.. setelah ini aku  akan sendiri..  menyusul toga sarjana yang di mimpikan ayah dan ibu. Kuliah di sini masih bukan ingin ku. Terpatah-patah ku menjalani hari-hari ini. Cuma 1 yang bisa memotivasi mengispirasi. Yaitu dia  ELFI FANSURI. Salam manis masih milik dia J

                                                                   Padang, 2013-10-24
                                                                   Aisyah amini

Jumat, 18 Oktober 2013

18 Otober 2013



Tepat tanggal ini, 18 oktober tahun lalu. Aku, duduk gemetar dihadapanmu idolaku, bersama ayu dan  devi, sekarang  masih seperti dulu,hanya saja aku sendiri, gugup, jari jemariku gemetar mendingin.Iya, masih seperti dulu, engkau masih orang lama, puing2pun tak berubah. Hari ini wahai kanda, Telah lama ku nanti dan menjadi bahan fikiran bagiku, ku harap hanya satu, bisa duduk di hadapanmu, tepat di tanggal pertama aku mengenalmu dan itu nyata. Walau hanya beberapa patah kata. Tentang rasa, aku masih seperti pertama kita bertemu. Lihat lah, gugup itu masih kasar terlihat.. semalam, tepat engkau menerka, bahwa diriku rindu jawabku hanya “iya”… dan kaupun meminta agar hari ini, jika aku ada waktu, untuk singgah di kantin DW. Aku nyatakan perasaanku, bahwa aku gugup bertemu denganmu. Aku takut, bahkan tak berani. Engkau hanya bilang “bg bakalan jarang ketemu dengan sya kalau bg lh PL, Biasanya sya ndak takut ktmu dgn bg?”….(semua berusaha untuk ku biasakan, gugup ini tetap. Semalam masih ku temani engkau melewati sunyinya) tentang rindu di hari ini. Nyata adanya ku ulang kisah setahun  yang lalu, duduk di kantin darma wanita masih denganmu menepis sejenak ku pandangi wajah yang menjadi puing impian itu. Tepat pada jam yang sama. Baju yang ku kenakanpun, masih baju dan hijab yang sama berwarna pink. Tapi sayang moment hari ini tak bisa ku dokumentasikan bersama orang- orang yang dahulu, semua kisah lama yang pernah terjadi di tanggal ini pada tahun lalu hanya akan abadi tepat di memory ini wahai idolaku… dan Hari ini. Aku merasa, ada secuil rasa yg kau jaga untuk ku. Itu Cuma feeling. Dari sikap sifat mu terhadapku. Takkah salah rasany??. Berapa ungkapan berujung sering engkau lontarkan, tiap2 untaian kata itu, selalu ku Aamiiinkan. Agar ada perwujudan yang nyata dari Rabbi. Itu mimpiku, harapku.tentangmu pada Rabb ku… Berkata tentang mimpi, semalampun sempat kita bahas. Argumen mu masih tetap berujung. Ntah itu rasa atau memang itu adanya. “sejauh keyakinan bg merantau,(tepatnya?)bagi bg mimpi itu sebuah keyakinan antara ingin dan taqdir(seraya membaca, terselip ingatan tetang mimpi-mimpi indahku terhadapnya)engkau berkata kadang mimpi tu mesti di kejar sejauh dan setinggi apapun, tapi tetap mimpi itu berpayung di dalam taqdir, Begitu menurut Elfi Fansuri (sedikit balasan, iya semua mesti di kejar, dan kita mesti berusaha untuki tu) ”semua ku kaitkan dgn selembar tulisan sandi yang ku tulis tepat pada momen Miladmu. Mungkin engkau tak tau, atau belum engkau artikan sandi-sandi itu… ku tulis 2 lembaran dalam bentuk warna yang berbeda mungkin blum engkau pahami maksudku akan 2 warna yang berbeda itu.. Mimpiku akan engkau begitu indah di dalamnya semua ku kait kaitkan akan pertanyaan ku terhadapmu semalam. Dan semua engkau isyaratan agar harus ku kejar dalam usaha yang takkan henti-henti untuk ku lakukan..  
Sekilas pandang untuk hari ini. Seuntai senyumku yang  tersipu-sipu engkau balas dgn lontaran kata dan wajah yang sejuk untuk ku miang-miangkan. Masih amat sangat gugup. Ntuk berada di hadapanmu, masih amat sangat takut sesuatu yang indah itu ku pandangi terlalu lama. Rasanya sebentar tapi hari ini cukup nyata harapanku semalam engkau masih orang lama yng persis sama seperti pertama ku berta’aruf.. Rabb, doaku masih ku jaga, mimpiku msih ku usahakan untuk ku gapai. dia Rabb akan tetap menjadi mimpi-mimpi yang indah…. dia Rabb akan tetapku gemakan di hati walau mimpi itu berpayung dalam taqdirMu. dia Rabb Putra daerah teluk nibung. Yg ku harap kelak untukku bersujud memohon surgaMu Thank to Allah, will this day..  

                                                                                Aisyah, 18 0KTOBER 2013

Kamis, 01 Agustus 2013

He is F****** (Sederhana Dari Yang Teristimewa)

Berawal dari hari yang biasa2 saja rasa nya. tapi dengan sekit beda. Dalam keadaan berpuasa. kamis itu tanggal 19 November 2012.  aku merayakan ulang tahunku yang ke 20 di pizza hut berdua dengan yulia suryani..  selang beberapa menit sebelum berbuka, karena pesanan belum datang.. ku sempatkan meneguh air wudhu dan menunaikan ibadah shalat magrib di mushalla kecil tepat di pojok belakang ruangan.. awalnya tak sedikitpun ku ketahui, selesai shalat beberapa doa harapan ku mohonkan pada Sang Rabbi.. agar apa yang ku pinta hari itu ada perwujudan yang nyata di hari depan dari Rabbil izzati Aamiiin. banyak syukur ku rasa pada hari yang istimewa ini, dengan senyum kulipat mukenah dan ku masukkan ke dalam tas yang isinya penuh dengan buku-buku.. sempat tidak tertata rapi. ku bongkar dan ku tata ulang. dengan kaget, ku temui sebuah  bingkisan kotak segi 4 berwarna pink berkilau.. bingung? dalam hati berkata "tidak ada yang ngasih saya kado ulang tahun hari ini" ku coba tebak berapa orang dari nama temanku.. bertambah bingung " siapa2 ya siapa yaa yang ngasih?? apakah saya istimewa baginya sampai2 untuk memberi sesuatu yang istimewa di ultah ku! haruskah tanpa sepengetauanku??" :/
dalam suasana hati yang bertanya-tanya segera ku susun rapi semua isi yang ada dalam tas termasuk bingkisan itu. sambil berburu keluar dan pesanan telah datang. akupun berbuka dengan segelas minuman bersoda. 'Alhamdulillah' saat berbuka inilah ku rasakan nikmat Allah yang tak henti-hentinya terhadap diriku yang banyak kurangnya ini. beberapa tahun belakangan momen ini selalu ku lalui berdua bareng yulia suryani dengan rutinitas siapa yang ultah dia yang ngasih kado. di perjalan pulangpun aku masih berfikir tentang bikisan pink yang ku temui tadi..dengan  lantunan suara adzan dari mesjid istiqlal binuang  langkah demi langkah ku inap renungkan .. sampai di rumah masih sempat ingin ku buka. tapi,, aku beanggapan alangkah bagusnya ku tunaikan shalat isya. dan berdoa pada Sang Pencipta ada hal yang indah dan dari orang yang teristimewa pula di dalam bingkisan itu..apakah itu teman kakak atau adik. (yang jelas bukan pacar, karna saya tidak punya pacar) hehe... selesai shalat langsung ku hampiri 2 kado hari ini. yang pertama aku buka adalah kado dari yulia suryani yang bikisannya ambur radul sangat :D ( senengnya di kasih baju gaia  lama bercorak ungu bermotif bulat2 yang lagi ngetrennya) ku coba kenakan ternyata pas. sesuai dengan seleraku yang longgar, belum sempat kulepas dan ku ambil bingkisan pink yang jadi bahan tanda tanya bagiku. dengan sangat hati2 berharap sampulnya tidak rusak akhirnya ne kado ketahuan juga isinya. sebuah kitab suci Al-Qur'an Subhanallah terharu banget seumur-umur ne orang yang pertama ngasih aku kado sesederhana ini. tapi takjub banget nggk kefikiran sedikitpun. untung tadi aku bukanya perlahan-lahan.. tepat di balik bingkisan kado ini ada selembar surat dari yang ngasih yang di lem kuat dengan sampulnya. kenying ku jadi mengkerut.. tulisannya pake bahasa Arab pula dibikin sama yang ngasih. huuffft, yang aku tau cuma kalimat pembukanya doank "Assalamu'alaikm. Wr.Wb" di balik selembar surat yang berbahasa arab itu tertulis "Jangan bengonk napa? Artinya ada dalam Al-Qur'an." disini aku iseng, kurang afdal rasanya klu dengan mudah ku ketahui aja artinya jg percuma dunk orang  yang ngasih bikin tulisannya pake bahasa arab ky' gini. ku ambil buku intensif bahasa arab beserta kamus. ku coba artikan,, nggk juga ketemu-ketemu kalimatnya.. ku liat  kertas pembungkisnya cari tw siapa yang ngasih. tp kosong! aah pasrah tambah bikin penasaran,, akhirnya ku buka dan ku bolak-balik  ne Al-Qur'an sampai ku temukan 1 lembar kertas lagi. kalimat demi kalimat ku baca dan aku tersenyum karnanya :)


Selamat Milad Ukhti
Assalamu'alaikum Wr. Wb

Tiada bahasa yang seindah Bahasa Al-Qur'an
Tiada pula petunjuk yang lebih valid sevalid tuntunan Al-Qur'an

Dialah Rab yang berkata
Dia pulalah yang akan mewujudkan
Maka Jangan Pernah ragu akan Al-Qur'an itu,

Andai Kejauhan Menjadi pemisah, biarlah ini Al-Qur'an
menjadi pengingat
Andai penyesalan mengakhiri rasa dalam pertemuan ini
Biar Al-Qur'an ini menjadi penawar

Menjadi muslimah sejati-sejati itu Hanya butuh 1 syarat
"Berprinsiplah dalam Lingkaran Al-Qur'an dan Sunnah"
..God Willing Ukhti..


siapa yang kasih??? aku ragu tapi yakin yang kasih adalah E** F*****i karna di bawah isi dari surat itu terselip tanda tangan bertuliskan ejaan huruf Arab latin yang berulang ku membacanya. tetap tulisannya adalah (Alif,lam,fa, nun) tiada untaian kata aku tersenyum dengan segenap keyakinan indah, bener ini betul amat sangat indah dari orang teristimewa.... untuk meyakinkan hal ini. langsung ku telfon dia,, dia yang teristimewa tersebut. ku ucap terimakasih untuk hal yang indah ini. Diapun menyangkal bukan dia yang kasih dengan kata2 "coba sya fikir seharian kita nggk ketemu. kapan bg ngasih kado buat sya".. sedikit bingung..trus siapa?? sambil bilang  " ne adalah kado yang indah bg dari orang yang istimewa, sederhana tapi ini pertama kalinya di kasih Al-qur'an, semoga yang ngasih di beri keberkahan" dia ketawa sambil bilang Aamiiin. agak berfikir  lagi "tapi koq tanda tanganya ky' nama bg ya?" dianya jawab  sambil mengalih2kan.."mmm yaudah koq bg ndak ada kelihatan di kampus sehari tadi, ndk pula ngucapin selamat" :/  " dia menjawab apakah sya mw bg ucapkan selamat atau bg doakan?" :D :D  "doakan saja yang terbaik untuk sya bg"..dengan tetap beranggapan emang betul bukan engkau yang kasih secara langsung tapi lewat perantara yang engkau percayai bg :D.. beberapa menit kemudian datanglah devi virhana dengan sebuah bingkisan besarnya kerumah tepat jam 9 lewatan. sambil minjam blackberryku, trus di kirim deh vidio ucapan selamat  yang di perankan langsung sama dianya.. (Norak sih tapi lumayan lah, yang bikin belum mandi soalnya :D) sambil ngebukak tu bingkisan kardus besar. ternyata isinya sarok-sarok karateh fotocopy fakultas dakwah. "aduuuuh jadi tumbukan sampah ne kamar ntar"dan 1 lembar dari sekian bnyak sampah itu terucap banyak harap dari si black 'Aamiiiin' yang memasang foto kita berdua pas seminar sebagai walpapernya setalah beberapa hari kemudian,,mencoba mencari tau tentang pembenaran pengirim bingkisan pink selang beberapa hari setelah hari itu.. aku dan my idola duduk di kantin DW. Sambil cerita2 tangannya iseng menulis d  selembar kertas dengan tulisan arab.. abis tu dia remas dan dia buang kebawah bangku... dia pergi aku pungut tu kertas. dan ku sama2kan ternyata emang bener my idola lah yang instimewa itu. saking nggk tw nya sama bahasa arab ternyata aku telah di bodohi dengan arab melayu nya hahahahaaa..... jd bego' sendiri pantesan aja nggk ketemu kalimatnya di dalam buku intensif dan kamus bahasa arab. :D  aku senyum dalam diam dan berharap akan ada ending yang indah antara kita di ujung pertemuan ini.. seuntai doa Allah hijabab tepat di hari itu. ini adalah yang indah dari yang istimewa.


dikutip oleh
#Aisyah Amini.
jum'at 2 agust 2013 11:56

Senin, 07 Januari 2013

Untukmu Duhai Calon Tulang Rusukku

Untukmu Duhai Calon Tulang Rusukku

Duhai kamu yang tercipta dari tulang rusukku.
Dibelahan Bumi manapun kamu berada.
Bagiku kau bunga,tak mampu aku samakanmu dengan unga terindah sekalipun.Bagiku mansia adalah makhluk yang terindah,tersempurna,da tertinggi.Bagiku dirmu salah satu dari semua itu,krena kau tak membutuhkan persaman.

Jangan pernah biarkan aku menatapmu penuh,karena akan membuatku mengingatkanmu.Berarti memenuhi kepaaku dengan inginkanmu.
Berimbas ada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.Membuatku inginkanmu sepenuh hati,seluruh jiwa,sesemangat mentari.Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur.Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin dri,berkelebat selalu,meski ujung penutupmu pun tak beani ku sentuh..

Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena ucimu ku pertaruhkan.Mungkin kau tak peduli,tapi kau hanya menjadi wanita biasa dihadapanku bil ka kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Jangan pernah kau tatapku penuh
Bahkan ak perlu ka lirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah,tapi karena aku seorang yang mash kotor.

Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku,mengenakan sutra emas.

Meniru laku para ustadz,meski hatiku lebih kotor dari lumpur.
Kau memang suci,tapi masih sangt mungkin kau termanipulasi.
Karena toh kau hanya manusia hanya wanita.

Beri sepenuh diri pada sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimuada,itu kata otakku,terukir dalam kitab
suc,tak perlu di pikir lagi.

Tunggu sang lelaki itu menjemputmu,
dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.

Atau kejar sang lelaki suci itu,karena itu adalah hakmu,
seperti di contohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu,jangan ada malu,
semua terukir dalam kitab suci.

Bariskan harapanmu pada istkharah sepenuh ikhlas

Rlakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu,mungkin sekarang atau nanti,bahkan mugkin tak ada sampai kau mati.

Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu,yang kau bangun dengan segala kekhuyu'an tangis do'amu.

Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu,tapi itu pilihan-Nya.

Mungkin kebaikan itu bkan pada lelaki terpilh itu,
melainkan pada jalan yang kau pilih,seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-Islaman sebagai mahar perkawinannya.

Atau mungkin kebaikan itu terleta pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Keasih Tertinggi.

Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta dalam setiap denyut nadi kita.

puisi

>>> PUISI BJ HABIBIE UNTUK ISTRINYA, AINUN

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu ...

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya ...

Dan kematian adalah sesuatu yang pasti ...
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu ...

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat ...

Adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi ...

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang ...

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang ...

Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada ...

Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini ...

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang ...
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik ...

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini ...

Selamat jalan ...
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya ...

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada ...

selamat jalan sayang ...
cahaya mataku, penyejuk jiwaku ...

selamat jalan ...
calon bidadari surgaku ...

- HABIBIE -

Rabu, 19 Desember 2012

Elfi Fansuri & Aisyah Amini





Duhai Kanda...
Penawarmu. mnjadi penahan bagiku.
penawarmu, mendekatkan aku padaNya.
Kupersembahkan sebuah ayat dalam Al-Qur'an yang selalu kubaca disetiap kad undangan yang selalu melayangkan pikiranku Hingga detik ini,aku senantiasa bertanya bila namaku tercantum pada sebuah kad undangan pernikahan? Siapa pula nama yang mengiringi namaku pada kad undangan
tersebut dalam rangka mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) itu?

Tiada kata yang dapat ku ucapkan atas kurniaan Allah Ta'ala hingga pada waktu yang tepat nanti aku akan menikah dengan orang pilihan Allah Ta'ala yang telah ditetapkan-Nya dalam kitab Lauh Mahfudz, kecuali syukur alhamdulillahuntuk-Nya. Nikmat dan anugerah ini sungguh begitu agung. Sesungguhnya,sudah aku jalani "proses" dengan laki-laki lain, tapi ternyata Allah takdirkan engkau masih tersembunyi dibalik kuasa-Nya.

Menanti dengan ikhtiar dan doa yang penuh kesabaran tuk menghadirkanmu dalam hidupku merupakan anugerah dalam hidupku diantara anugerah-anugerahlain yang Allah Ta'ala berikan kepadaku. Diberi-Nya aku kesempatanuntuk lebih memperbaiki diri sebagai Muslimah hingga aku layak untuk kau jemput kelak sebagai bidadarimu.

Subhanallaah! Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..

Duhai Kanda..

Apakah yang saat ini sedang engkau lakukan? Semogalah engkau adalah seorang ikhwan (laki-laki) yang sedang bersemangat mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan bertaubat dari dosa-dosamu. Kembali kepada fitrahmu sebagai manusia yang bejiwa hanif, memperbaiki diri detik demi detik sebagai bekal meninggalkan kampung penuh penipuan dan bersiap-siapmenuju kampung kekekalan.

Hingga pada saat kita dipertemukan oleh-Nya ( di tempat dan waktu yang tepat )

Kanda...
Pada saatnya nanti, jika Allah Ta'ala sudah berkehendak untuk mempersatukan hati kita, maka tak lagi kupermasalahkan maharmu yang dengan penuh kerelaan kau berikan kepadaku. Tidak kita hiraukan lagi bujuk rayu setan akan materi. Hingga engkau dapat memenuhi perintah Allah Ta'ala yang berfirman :

"Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan" (QS. An-Nisaa : 4)

"Wanita yang paling banyak mendapatkan berkah adalah yang paling ringan maharnya"

Duhai Kanda...
Kemudian,HALAL-nya kita untuk saling mencintai karena Alloh Ta'ala. Seketika,penantian kita yang lama itu, akan membebaskan syahwat2 yang selama ini kita pendam, bersamaan dengan meleburnya dosa-dosa kita lewat genggaman jari jemari kita.

kita akan semakin mengenal satu sama lain, cinta makin subur ditaman hati masing-masing Pujian demi pujianyang mengekalkan cinta kita mulai bersemi indah. Karenanya ya kanda..Kelak, malam-malam yang indah itu akan engkau hiasi dengan membangunkanku disepertiga malam terakhir dengan lembut dengan atau tanpa percikan air diwajahku. Kau ajak aku shalat malam bersamamu dengan alunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang memporak-porandakan taman hatiku, meluluhlantahkan jiwaku dan menghanyutkan aku akan kecintaanku pada Allah Ta'ala. Subhanallaah!

Fabiayyi alaairabbikumaa tukadzdzibaan..

Duhai Kanda..
Kuharap engkau adalah laki-laki penyabar dan dapat menghadapi emosionalku sebagai istri. Saat aku marah, saat aku salah, engkau meluruskanku dengan cara yang sangat baik dan lembut. Karena kutahu,engkau senantiasa ingin beribadah dengan ikhlas dan ittiba' (mengikuti)Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam.

Dan saat engkau marah, sementara aku ikut terbawa emosi, maka engkau mengajakku untuk berlindung kepada Allah Ta'ala, berwudhu, dan shalat dua rakaat.Apabila kita sedang berdiri, maka kita duduk, apabila kita sedangduduk, maka kita berbaring, atau salah satu dari kita akan mencium,merangkul dan menyatakan alasan kita. Apabila salah satu diantara kita berbuat salah, maka kita akan saling memaafkan karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala semata. (Fiqhut Ta'amul bainaz Zaujani)

Lantas kita mengunci rapat-rapat setiap pintu perselisihan dan tidak menceritakannya kepada orang lain. Saling bermuhasabah, menyedari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan serta memohon kepada Allah Ta'ala agar senantiasa disatukan-Nya hati kita, dimudahkan urusan dalam KETAATAN KEPADA-NYA,

"Betapa indahnya menjadi bunga ditaman hatimu..."

Duhai Kanda...
Engkau memberiku makan apabila engkau makan, Engkau memberiku pakaian apabila engkau berpakaian, Engkau tidak akan memukul wajahku, Engkau tidak akan menjelek-jelekkan diriku, dan Engkau tidak akan meninggalkanku melainkan didalam rumah (yakni tidak berpisah tempat tidur melainkan didalam rumah)

Dengan keimanan dan ketaqwaanmu, engkau tidak pernah berputus asa dalam mencari rizki. Berikhtiar dan bertawakkal (menggantungkan harapan) hanya kepada Allah Ta'ala,sebagaimana perintah Rasulullah Shallallaahu'alaihi wa Sallam :

Kanda...,
Dinda memilihmu karena agama yang ada pada dirimu. Aku memilihmu karena aku tahu bahwa engkau akan senantiasa menjagaku dan anak-anakku kelak dari api Neraka. Kau ajarkan aku untuk taat dan bertakwa kepada Allah 'Azzawa Jalla

Sungguh, betapa engkau telah membawaku teringatdan bergetar saat engkau menasehatiku sambil membawakan firman AllahTa'ala : Hingga cita-citaku dan keinginanku tuk menjadi dan berharap BUNGA DITAMAN HATIMU sebagaimana Khadijah Radhiyallaahu'anha menemani RasulullaahShallallahu'alaihi wa Sallam sepanjang hidupnya dapat aku amalkanperlahan-lahan dengan bimbinganmu.

Kelak akan engkau ajarkan pula aku untuk senantiasa berbakti kepada Orang Tua kita untuk menggapai redha Allah Ta'ala. Birrul walidain (berbakti kepada orangtua)

Kanda...,
Betapa aku akan sangat taat kepadamu dengan segala ketaatan dan ketakwaanmu kepadaAllah Ta'ala dan ketaatanmu kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi waSallam. Hingga andai kata Allah Ta'ala tidak melarangku untuk bersujud kepada selain-Nya, maka engkaulah tempatku untuk bersujud memohon Surga... Temanilah diriku sampai matiku nanti, dampingi aku dalam melaksanakan amanah rumah tanggaku. Sesungguhnya, sebagai kepala keluarga engkau akan ditanya dihadapan Allah Azza wa Jalla tentang pertanggungjawabanmu atas diriku sebagai istrimu. Juga anak-anak dan rumah tangga sebagai beban di pundakmu.

Sungguh begitu indah memilikimu dalam mitsaqan gholizha ini kelak... maka bagaimana aku tidak akan memperhatikanmu, sementara engkau adalah surga dan nerakaku,

Duhai Kanda.... Karenanya... "DAMPINGI AKU DI SURGA KEKASIHKU...

"Semoga Allah Ta'ala segera mempertemukan kita dan senantiasa mempermudah urusan kita dalam mitsaqan-ghalizha (perjanjian yang sangat berat) kelak. smoga imam itu adalah engkau yang ku jaga kini, engkau yg selau mmbimbingku istiqamah mengejar mardhatillah." Rabb masih memberi aku kesempatan untuk memperbaiki diri sebagai muslimah hingga aku layak untuk kau jemput kelak sebagai bidadarimu.

Aamiin ya Allah
doaku untukmu imamku.
Aisyah :)

Kamis, 21 Juni 2012

MENELADANI CARA MAKAN RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM

1. Ibnul Qayyim berkata: Barangsiapa yang memperhatikan makanan yang dikonsumsi Nabi, niscaya ia mengerti bahwa beliau tidak pernah memadukan menu antara SUSU dengan IKAN, atau antara SUSU dengan CUKA, atau antara DUA MAKANAN yang sama-sama MENGANDUNG UNSUR PANAS, UNSUR DINGIN, UNSUR LENGKET, UNSUR PENYEBAB SEMBELIT, UNSUR PENYEBAB MENCRET, UNSUR KERAS, atau DUA MAKANAN yang mengandung UNSUR KONTRADIKTIF, misalnya antara MAKANAN YANG MENGANDUNG UNSUR PENYEBAB SEMBELIT DENGAN YANG MENGANDUNG PENYEBAB MENCRET, ANTARA YANG MUDAH DICERNA DENGAN YANG SULIT DICERNA, ANTARA YANG DIBAKAR DENGAN YANG DIREBUS, ANTARA DAGING YANG SEGAR, DENGAN YANG SUDAH DIGARAMI DAN DIKERINGKAN, ANTARA SUSU DENGAN TELUR, DAN ANTARA DAGING DENGAN SUSU.
Beliau tidak pernah makan pada saat makanan tersebut masih sangat panas atau masakan yang dihangatkan untuk besok, makanan-makanan yang bulukan (berjamur) dan asin, seperti makanan-makanan yang DIASINKAN, DIASAMKAN, atau DIHANGUSKAN. Semua makanan ini berbahaya dan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan.

2. Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam biasa melawan unsur panas pada makanan dengan unsur dingin pada makanan lain, unsur kering suatu makanan dengan unsur basah pada makanan lain, sebagaimana beliau memakan mentimun dengan ruthob (kurma matang yang belum dikeringkan), makan tamr (kurma kering) dengan minyak samin, meminum ekstrak kurma untuk melunakkan chymus (Materi semi cair, homogen, berkrim atau seperti gruel yang dihasilkan oleh pencernaan makanan oleh lambung) makanan-makanan keras. Itulah intisari makanan sehat.

3. Beliau tidak biasa minum ketika sedang makan, sehingga akan merusaknya, apalagi jika air tersebut panas atau dingin, karena itu pola makan yang buruk sekali.

4. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, "Rasulullah tidak pernah mencela makanan sedikitpun, jika suka, beliau memakannya, jika tidak dibiarkannya, tidak memakannya." (HR. Bukhari : 5409, dan Muslim : 2064)

5. Beliau menyukai daging, yang paling beliau sukai adalah lengan dan bagian depan kepala kambing. Karena itu, seorang wanita Yahudi pernah meracuninya.

6. Pernah suatu ketika Rasulullah diberi daging, lantas diperlihatkan bagian lengan kepada beliau, maka beliau menyukainya. (HR. Bukhari : 5712, dan Muslim : 194)

7. Daging yang disukai Nabi adalah yang paling baik dan paling mudah dicerna oleh lambung, baik itu daging leher, lengan maupun lengan atas.

8. Beliau juga menyukai makanan-makanan manis dan madu. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu anh, ia berkata, "Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam menyukai makanan-makanan manis dan madu." (Shahihul Bukhari : 5614).

9. Beliau biasa makan roti dengan lauk apa saja yang beliau punya, kadang daging, kadang semangka, kadang kurma, dan kadang cuka. Beliau bersabda, "Sebaik-baik lauk adalah cuka." (Shahih Muslim : 2052).

10. Beliau biasa makan buah-buahan hasil panen negerinya pada musimnya, beliau tidak memantangnya. Ini juga merupakan sarana paling besar untuk menjaga kesehatan.

11. Rasulullah bersabda : "Aku tidak makan sambil bersandar." (Shahihul Bukhari : 5398)
Ada tiga cara bersandar:
a. Bersandar pada rusuk.
b. Bersila.
c. Bersandar diatas sesuatu.
Jenis pertama menyulitkan makan, karena ia menghalangi aliran makanan secara alami, menghambat kecepatan masuknya makanan ke lambung, dan menekan lambung sehingga sulit terbuka untuk makanan. Lambung akan miring, tidak tegak, sehingga makanan tidak mudah sampai kepadanya.
Adapun dua jenis lainnya merupakan gaya duduk orang-orang sombong yang bertentangan dengan jiwa kehambaan.

12. Dalam hadits Anas disebutkan, "Saya melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wassallam duduk dengan posisi iq'a sambil memakan kurma." (Shahih Muslim : 2044)
Beliau biasa duduk dengan posisi iq'a untuk makan, maksudnya duduk dalam posisi bertumpu pada kedua lutu, seraya memposisikan perut telapak kaki kanan, sebagai bentuk ketawadhuan kepada Rabbnya. Ini merupakan posisi paling baik pada saat makan.

13. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda : "Jika salah seorang dari kalian makan, maka janganlah ia membersihkan tangannya sebelum menjilatinya." (Muttafaqun ‘Alaih, Bukhari : 5376, dan Muslim : 2031).

14. Beliau makan dengan menggunakan tiga jemari beliau, dan ini merupakan cara menyuap makanan yang paling bermanfaat.

15. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : "Wahai anak kecil! Sebutlah nama Allah (BISMILLAH), makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang terdekat darimu." (Muttafaqun ‘Alaih, Bukhari : 5376, dan Muslim : 2022).

Demikianlah cara makan yang paling baik adalah cara makan beliau shalallahu ‘alaihi wassallam dan cara makan siapa saja yang meniru cara beliau