Rabu, 06 Mei 2015

PENGAMATAN DAN PERHATIAN



PENGAMATAN DAN PERHATIAN
A.    PENDAHULUAN. 
Pada dasarnya psikologi mempersoalkan masalah aktivitas manusia. Baik yang dapat diamati maupun tidak. Secara umum aktivitas-aktivitas (dan pengamatan) itu dapat dicari beberapa kaidah hukum psikologi yang mendasarinya. Dalam meninjau masalah ini kita menempatkan manusia di dalam dunianya; selanjutnya kita coba apa yang dihayati, sebagaimana pengamatannya, dan apa yang dikerjakannya, dan apa yang dikerjakannya, apa yang mendorongnya, dan sebagainya. Tentu saja yang akan dikemukakan di dalam malkalah kami terbatas dan hanya sedikit membahas permasalahan tentang perhatian, pengamatan  dari sifat-sifat umum aktifitas manusia.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengamatan
a.       Pengertian pengamatan
Pengamatan adalah proses mengenal dunia luar dengan menggunakan alat indra. Menurut wikipedia, pengamatan adalah cara pengenalan dunia melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan pengecapan.
pengamatan merupakan alat yang bertugas melakukan penerimaan rangsang dari luar dirinya dengan  melalui penglihatan, pendengaran, perabaan, pembauan pengecapan, dan membawanya atau mengecapnya.
Modalitas Pengamatan:
1.      Penglihatan terhadap bentuk adalah penglihatan terhadap objek yang berdimensi dua.
2.      Terhadap warna adalah penglihatan terhadap ojjek psikis dari warna yang menyangkut nilai-nilai psikologi dari warna.
3.      Modalitas adalah kemampuan seseorang dalam menyerap dapat terjadi melalui pandangan, pendengaran, atau pun melalui gerakan, pekerjaan, atau kontak langsung.

Stimulus yang diterima oleh alat indra dilanjutkan oleh syaraf ke otak. Asal stimulus adalah melalui objek, sehingga terjadilah suatu proses di otak, proses yang terjadi dalam otak/pusat kesadaranlah yang dinamakan proses psikologik.

Proses pengamatan yaitu:
1.      Penlihatan, yaitu salah satu modalitas untuk mengamati.
Menurut objeknya penglihatan dikolompokkan dalam tiga golongan yaitu:
a)      Melihat dari bentuknya.
b)      Melihat dalam
c)      Melihat warna
2.      Pendengaran, yaitu menanggap suara dengan indra pendengaran.Pendengaran merupakan modalitas pengamatan yang kedua.
3.      Rabaa. yaitu mempunyai fungsi untuk menyentuh, merasakan panas dan dingin, merasakan sakit dan juga vibrasi. Meraba sebagai perbuatan aktif, yang meliputi jaga keseimbangan atau kinestesi,dan Pengalaman raba secara pasif yang melengkapi pola beberapa indera, atau kemampuan lain, yaitu:
a)      Indera untuk sentuh atau tekanan
b)      Indera untuk mengamati panas
c)      Indera untuk mengamati dingin
d)     Indera untuk merasa sakit dan
e)      Indera untuk vibrasi
Kalau orang meraba dengan mata tertutup, maka akan terjadi visualisasi, artinya kesan rabaan itu akan digambarkan sebagai kesan penglihatan, ini membuktikan betapa pentingnya kedudukan penglihatan itu di antara modalitas-modalitas pengamatan yang lain.
4.      Pembauan atau penciuman.
Arti psikologis bau dan pembauan (penciuman) masih sedikit sekali diteliti oleh para ahli walaupun dalam kehidupan sehari-hari secara popular telah menyaksikan pengaruh bau-bauan itu kepada aktivitas manusia. Kualitas bau itu boleh dikata tak terhingga variasinya. Biasanya para ahli yang melakukan penelitian dalam hal ini membuat klasifikasi atas dasar bau utama yang mempunyai sifat khas. Henning (1924) misalnya membedakan adanya enam macam bau utama (bau pokok) itu, yaitu:
a)      Bau bunga (blumig)
b)       Bau akar (warzig)
c)      Bau buah (cruehig)
d)     Bau getah (harzig)
e)      Bau busuk (faulig)
f)        Bau sangit (brenlich)
Sementara Swaatdeaker (Kohnstamm et al, 1955, P 103) menggolongkan bau itu menjadi sembilan macam bau, yaitu:
a)      Bau etheris
b)      Bau aromatis
c)      Bau bunga
d)     Bau amber
e)      Bau bawang
f)       Bau sengit
g)      Bau kapril
h)      Bau tak sedap, dan
i)        Bau memuakan

5.      Pengecapan
Dalam kehidupan sehari-hari variasi rasa cecapan itu dibedakan menjadi banyak sekali, akan tetapi indera pengecap terutama hanya terdapat empat macam rasa pokok, yaitu:
a)      Manis
b)      Asam
c)      Asin
d)     Pahit

2.      Perhatian
a.       Pengertian perhatian
          Perhatian adalah modus suatu fungsi, cara menggerakkan, bentuk cara bergaulnya jiwa dengan bahan-bahan  dalam medan tingkah laku. Menurut Kenneth E. Andresen perhatian, adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran  pada saat stimuli lainnya melemah.

b.      Sifat-sifat perhatian
1.      Perhatian spontan langsung dan perhatian paksaan.
a.       Perhatian spontan langsung adalah perhatian yang tidak disengaja dan individu merasa senang terhadap objek yang diamati.
b.      Perhatian paksaan adalah perhatian yang disengaja dan individu merasa senang terhadap objek yang diamati.
2.      Perhatian konsentratif dan distributif
                        Adalah perhatian yang mengacu pada objek yang diamati
3.      Perhatian sempit dan perhatian
a.       Perhatian yang melekat kepada suatu objek terbatas.
b.      Perhatian yang terjadi terus menerus.
4.       Perhatian sembarangan
               Adalah perhatian yang berpindah-pindah dari suatu objek ke objek lain dan tidak tahan lama.

c.       Macam-macam perhatian
1.      Menurut cara kerjanya
a.   Perhatian spontan
b.  Perhatian reflektif
2.      Menurut intensitasnya
a.   Intensif
b.  Perhatian tidak intensif
3.      Menurut luasnya
a.   Perhatian terpusat
b. Perhatian terpencar
4.      Menurut  fluktuasinya
a.   Perhatian statis.
b.  perhatian dinamis

           d   Objek yang menarik perhatian
a.       Segi objek
Adalah hal-hal yang keluar dari konteks lain/lain dari yang lain
b.      Segi subjek.
Adalah hal-hal yang menarik perhatian yang sangat bersangkut paut dengan pribadi.
c.       Segi komunikator
Adalah komunikator yang membawa subjek ke dalam posisi yang sesuai dengan lingkungannya.

c.       PENUTUP
a.      Kesimpulan
                 Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu objek.­­­­­­­ Atau perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan.
Aktivitas yang diseertai dengan perhatian intensif akan lebih sukses, prestasinya lebih tinggi.
            Pengamatan adalah peruses menerima, menafsirkan dan memberi arti rangsangan yang masuk melalui indera-indera seperti mata dan telinga
b.      Saran
                 Manusia adalah makhluk yang sering berbuat salah karena manusia tidak sempurna.Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan apabila dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kesalahan dan jauh dari sempurna kami selaku penulis meminta kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan pembuatan makalah lain ke depannya. Atas saran perbaikan makalah ini yang di berikan pembaca, maka penulis mengucapkan terima kasih


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Suryabrata, Sumadi. 1993. PsikologiPendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Patty, F. 1982. Pengantar Psikologi Umum. Surabaya: Usaha Nasional.
Sakri, alifus, muhammad. Pengantar Psikologi Umum Perkembangan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar