Rabu, 25 Juni 2014

promise for too MIM

Saat ini saya hanya ingin menjaga hati saya hanya untukmu saja iqbal. Kadang aneh rasanya. Apa lagi hari ini dan kemaren, saya hanya ingin mencintai seseorang yang saya miliki sekarang ini dengan sepenuh hati, jiwa dan raga saya.. Kemaren malam sempat air mata ini mengalir, ini telah menandakan dirinya telah membuat saya lemah. Dirinya telah menggenggap erat apa yang saya takuti. Tapi cinta itu bukanlah sebauh paksaan yang mesti di turuti. Cinta bukanlah sebuah ancaman, sehingga tak pernah mengalir arti keikhlasan. cinta bukan lah sebuah tangisan air mata yang menyesakkan dada. dimana didalam cinta itu mestinya mengalir dengan penuh keikhlasan kedua insan. Kemaren malam saya telah berikrar dengan diri saya sendiri. Bahwa hanya anda saja yang sangat sangat saya inginkan untuk saat ini. Bahwa hanya anda yang saya ingin Muhammad Iqbal Mayudi. Saya hanya ingin mencintai anda dengan Tulus, karna hal demikian tak pernah sekalipun saya lakukan terhadap orang yang pernah ada di hidup saya sebelum bertemu anda. Yang ada hanya, saya mencintai seseorang, tapi egois, saya menyayangi seseorang tapi tak pernah ada keputusan, saya pernah tulus mencintai seseorang tapi tak pernah ada ikatan. Sekarang, ikatan tu ada,, hanya saja saya sudah tak ingiiiiin menyakiti lagi.. Sudah cukup rasanya. Yang ada saat ini hanya saya ingin sabar, walau anda yang akan menyakiti saya. Saya hanya ingin melakukan apapun agar tertanam jiwa saling memiliki di diri anda dan saya. Saya hanya ingin mencintai diri anda saja. Walau bukan anda doa saya selama ini. Hmmm malam ini aneh. Dan anda pun sudah mulai aneh ketika saya telah berikrar.. Tapi saya akan sabar karna saya percaya, anda hanya mencintai saya sepenuh jiwa dan raga anda. Saya akan yakinkan itu dalam dalam, dalam hidup saya. Bahwa anda dan saya saling memiliki. Saling mencintai saling menginginkan dan bahkan saling ingin ada d masa depan yang sama.


By. Aisyah di malam ini ;)

Selasa, 24 Juni 2014

cerpen Aisyah


Tengah ku ingat kisah wanita tua..  Yang di tinggal maut oleh suami tercinta, punya 5 orang anak laki-laki , 2 di antaranya, telah lebih dahulu menghadap ilahi. Yaitu anak pertama dan kedua, Anak yang ketiga ia hanya sibuk dengan harta dagangannya, anak serta istrinya, sehingga hanya sekali-kali ia menjenguk wanita tua tersebut dengan membawakan makanan dan membersihkan rumahnya termasuk semak-semak belukar yang ada di sekitar rumah wanita itu. Anak yang ke empat, ia adalah anak yg penyabar. Setiap malam ia selalu menemani wanita tua tersebut, sekalipun ia harus meninggalkan anak serta istrinya. Dalam keseharian ia selalu memasakkan nasi, merebuskan air, dan  membawakan makanan yang di masak sang istri untuk wanita tua tersebut, terkadang ia membawa anak-anaknya untuk bermalam di rumah wanita tua itu. Di kala pagi  tiba, ia membersihkan dan memandikan wanita tua tersebut, serta mencucikan pakaiannya dan menyuapi makananya. Ketika menjelang siang, ia pulang ke rumah istrinya mencari nafkah serta memenuhi kewajibanya sebagai seorang suami dan seorang ayah.  Sedangkan si bungsu, rumahnya hanya di batasi mesjid dari rumah wanita tua tersebut, tetapi ia hanya di sibukkan oleh harta, anak serta istrinya. Ia anak yang pembangkang, keras suara dan selalu menghabiskan harta wanita tua tersebut, dari segi isi kebun, sawah dan ladang ia yang paling menguasai karena rumahnya yang paling berdekatan dengan wanita tua tersebut. Sehingga hanya dia yang bisa di harap mengurusi harta wanita tua itu. Setiap sore si bungsu selalu menutupkan  jendela_jendela rumah wanita tua itu, dan menemaninya sampai anak yang ke empat datang. Semakin hari semakin tak berdaya, hingga tahun berganti tahun  wanita itu hanya mampu tidur dan berbaring dalam sakitnya di masa tua. Hari semakin hari sakitnya pun semakin parah. Hingga, waktu itu senin malam, wanita tua itu menghadapi syakharatul maut. Dan mendapati ajalnya menjelang subuh.. ketiga bersaudara tersebut berkumpul di sertai anak, istri, tetangga dan dusanak terdekat mereka. Saat itu anak kempat sangat-sangat terpukul, ibunda tercinta telah pergi menghadap ilahi.. Tau kah kalian siapa anak yang ke empat tersebut? Dia adalah ayahku.... Itulah kali pertama aku melihat ayah meneteskan air mata.  Sewaktu nenek masih hidup, aku pernah bertanya, Ayaah.. Kenapa setiap malam ayah harus ketempat nenek? Bukankah ada saudara-saudara ayah yang sekali-kali apa salahnya mereka menggantikan ayah menemani nenek. Ayah hanya berkata. "Begitulah cara ayah memperoleh berkah hidup dari nenekmu".  Dialah ayahku. Yang mencintai nenek sepanjang hidupnya, menyayangi nenek hingga maut menjemput yang tak pernah sekalipun ayah berkata kasar terhadapnya..

Ketika aku sering berselisih paham dengan saudara-saudaraku,  ayah hanya berkata, ayah sekarang tinggal bertiga bersaudara, sekalipun ayah tidak suka dengan sikap saudara-saudara ayah, ayah hanya diam. Jarang sekali kami bertengkar sedari kecil. Kenapa anak ayah tak seperti ayah dan saudara-saudara ayah? Tak kah kalian memperhatikan bagaimana kami saling berintraksi, menghargai walau diam adalah cara menunjukkan ketidak sukaan!
Sekarang kekasihku adalah orang yang nasibnya hampir sama betul dengan ayah. Ia adalah Muhammad Iqbal Mayudi, anak kedua dari 5 orang bersaudara dan mereka lelaki semua. Dari kisah ayah  Aku hanya berharap semoga kekasihku yang akan menjadi suami ku kelak, adalah orang yang persis sama seperti ayah, yang mencintai 2 wanitanya sepenuh hati jiwa dan raga. Yaitu ibu dan nenek, dan kami adalah bukti buah cinta mereka. :) 
 
salam manis di malam ini
 
By Aisyah  

Kamis, 19 Juni 2014

History with Qibal







 














End. Aku dan Iqbal



Ntah berapa kali lagi hal ini akan terjadi... aku lelah Tuhan, jatuh cinta..dan cintaku emang selalu jatuh.. :'( jika memang iqbal masih mencintai mantan kekasihnya.... relakan aku melepasnya Rabb :’( relakan aku... mungkin ini adalah keputusan ku yang terakhir.. dan aku sudah tak menginginkan dia lagi untuk saat ini. Biar dia dan masa lalunya... biar dia dan sejuta kenangan manis dengan dirinya... biarkan...  :'( 
Tuhan.. hari ini aku ingin menagis menuliskan rasa yang tak mampu ku ucapka lewat kata-kata.. udah nggk bisa lagi ku bendung ya Rabb.. Udah tak ada kata untuk ku mewakilkan rasa ini.. rasa ini sedang tumbuh  dan bermekar terhadapnya... tapi sekarang.. rasa itu sekejap mati... rasa itu tak ada.. yang ada aku sangat sangat kecewa.. 
Tuhan... bantu aku. Aku jera jatuh cinta. tak ingin patah lagi hatiku.. aku tw Tuhan aku sangat egois atas rasaku terhadapnya.. aku hanya tak ingin di madu dalam rasa. engkau sangat tw Tuhan aku sangat mencintai dia. Sangat. Tapi sekarang sudah tak lagi.. aku benci dia Tuhan.. aku benci... sekarang aku hanya berharap. Aku tak melihat dia lagi. Hingga hubungan ini benar-benar berakhir.. aku harap dia tak hadir lagi di hidupku.. sungguh aku telah jera jatuh cinta.. segalipun sangat banyak kenangan yang telah ku ukir dengannya. Biar itu menjadi lika-liku hidupku..  hingga nanti kan ku temukan cinta terakhir. Cinta yang tulus cinta yang benar-benar hanya untuk ku.. kadang aku sering berfikir dan sering ku logikakan.. dia sangat tak baik untuk ku, lihat lah. dari segi masa lalunya dahulu dan cinta yang dia jalani denganku. sangat tak ada baiknya. semua tak sebatas kesalahannya. tapi "kita" .. bukankah aku selalu meminta kepadaMu wahai Rabb.. agar aku di pertemukan nanti dengan orang yang mampu membawaku pergi jauh. dengan dia yang ku damba yang bukan berasal dari negeri ku. dengan dia yang ku labuhkan cinta karna dia mencintaimu Rabb. Agar bertambah imanku.. bukan kah itu doa-doaku tapi aku terlalu tergesa-gesa takut sakit.. dan mencari obat penawar luka ku terhadap fansuri, hingga aku sendiri yang menerima hukumannya sekarang buka cinta yang seperti ini ya Rabb. bukan cinta yang menjadikan aku hina seperti ini.. bukan cinta yang makin menjauhan aku dari jalanMu. Bukan cinta yang sekarang sedang ku rajut.. bukan dia orang yang ku butuh ya Tuhan. Bukan :’( aku hanya ingin di peremukan dengan cinta seperti ku mencintai fansuri dulu.. cinta yang amat sangat manis  dalam hidupku, cinta yang terjaga dalam diam dan cinta semata-mata penjaan ku terhadapnya hingga bermakna iman di mataMu...  aku berharap. Jika aku cinta lagi.. cintakan aku terhadap orang yang seperti fansuri oh Tuhan... tapi tidak dengan iqbal atau pun fansuri.. tidak kedua-duanya. mereka sungguh tak menyayangiku mereka telah menyakiti hatiku dengan amat sangat dalam. Fansuri selalu menjagaku dengan imannya hanya karna sedikit saja kesalahannya terhadapku. Amat hina dia di mataku sekarang Tuhan. tapi tidak selama aku menjaga hati dengannya. dalam iman dia menjaga rasa ku. Sedangkan iqbal selalu mewarkan indanya dunia denganku, hari-hari ku di lingkupi waran dengannya. sungguh sangat berbeda dunia ini ku rajut dengannya. hingga membuatku amat sangat hina di matamu ya Rabb. . aku ingin kembali seperti dahulu. Aisyah yang pandai menjaga diri dalam tutur dalam syari’at Mu aisyah yang hanya sediri tapi tak hina seperti ini.. aisyah yang tw siapa dirinya, orang tuanya dan Tuhannya... aisyah yang tak munafik seperti ini...