Rabu, 06 Mei 2015

MANUSIA DAN LINGKUNGAN (PSIKOLOGI SOSIAL)



MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.    PENDAHULUAN
Manusia adalah organisme yang sangat kompleks karena manusia tersebut mempunyai jiwa fisik, manusia juga mempunyai dua sisi yaitu sebagai makhluk biologis dan makhluk social, menurut Van De Daele, ada dua proses perubahan yang terjadi secara bersamaan selama kehidupan berlangsung yaitu proses perkembangan dan perubahan yang mendasar dari pengaruh internalisasi dan eksternalisasi pada manusia
Untuk mengetahui lebih lanjut, pada pertemuan kali ini kami dari kelompok III akan berusaha menjelaskan apa itu manusia, tingkah laku serta lingkungan yang mempengaruhinya yang akan kami paparkan pada pembahasan berikut.

B.     PEMBAHASAN
a.      Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Ciri-ciri manusia adalah sebagai berikut;
1.      Manusia mempunyai raga dengan bentuk yang sebaik-baiknya.
2.      Manusia itu sebaik dari segi fitrah.
3.      Kehupan manusia tergantung pada wujud ruh dan badan.
4.      Kebebasan, kemauan atau kebebasan berkehendak untuk memilih tingkah laku sendiri.
5.      Manusia memiliki akal.
6.      Manusia memiliki nafsu.


Pengertian dan definisi manusia menurut beberapa ahli:
a.       Nicolaus D. & A. Sudiarja.
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
b.      Abineno J. I.
Manusia adalah "tubuh yang berjiwa" dan bukan "jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana".
c.       Upanisads.
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
d.      Sokrates.
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
e.       Kees Bertens.
Manusia adalah suatu mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang Kesatuannya Tidak Dinyatakan.
f.       I wayan Watra.
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
g.      Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany.
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
h.      Erbe Sentanu.
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.


i.        Paula J. C & Janet W.
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.

Dari beberapa defenisis di atas dapat kami simpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk dalam aturan  hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam suatu hubungan timbal balik baik positif atau negatif.

b.      Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah suatu media dimana makhluk hidup bertempat tinggal dan mencari penghidupan. Dalam artian lain lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekeliling manusia yang kehidupan manusia.

c.       Lingkungan yang Mempengaruhi Manusia
Secara umum prilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai monivestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup. Lingkungan sangat memberikan stimulus terbesar dalam kehidupan manusia serta lingkungan yang mengajarkan individu untuk merespon dan melakukan sesuatu.
Lingkungan merupakan salah satu factor yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan prilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis. Pengaruh lingkungan bagi individu;
1.      Lingkungan membuat individu sebagai kelompok makhluk social. Maksud lingkungan yang mempengaruhi manusia tersebut adalah manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat di pengaruhi sehingga menuntut satu keharusan sebagai makhluk social yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lain.
2.      Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu, lingkungan dengan aneka ragam kekayaan merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi diri sendiri. Peranan lingkungan bagi individu adalah sebagai berikut;
a.       Alat untuk kepentingan dan kelansungan hidup dan menjadi alat pergaulan social.
b.      Objek penyesuaian diri bagi individu baik secara alloplastic maupun autoplastic
Factor yang mempengaruhi sikap dan tingkah laku manusia
1.      Pembawaan bagi setiap pribadi manusia adalah tidak sama di sebabkan oleh berbeda-beda unsur keturunan yang di peroleh dari orang tuanya, bahkan keturunan nenek moyang.
2.      Pengaruh pendidikan keluarga bagi perkembangan kepribadian manusia adalah paling besar di bandingkan dengan pengaruh kelompok kehidupan lainnya dalam masyarakat.
3.      Pengalaman dalam masyarakat sekitar baik dalam lingkungan social maupun kulural.

d.      Manusia Sebagai Makhluk Berkembang
Beberapa teori tentang perkembangan yaitu:
a.         Teori nativisme dikemukakan oleh Schopenhauer
Teori ini menyatakan bahwa manusia itu akan ditentukan oleh faktor-faktor keturunan, yang merupakan faktor yang dibawa sejak lahir. Teori ini berpandangan bahwa manusia telah ditentukan oleh sifat-sifat sebelumnya, yang tidak dapat diubah.
b.         Teori empirisme
Teori ini memandang bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama perkembangan itu, teori ini menyatakan individu yang dilahirkan bagaikan kertas putih.
c.         Teori konvergensi yang dikemukakan oleh W. Stern
Menurut teori ini keduanya sama-sama mempunyai peranan dalam pembentukan atau perkembangan manusia.

e.       Manusia Sebagai Makhluk Individual Dan Sosial
a.    Manusia Sebagai Makhluk Individu
Individu berasal dari kata in dan devied. Dalam bahasa Inggris ini salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devied artinya terbagi. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti tidak terbagi, jadi merupakan satu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil yang tak terbatas.
Winkel salah seorang tokoh dalam psikologi individu mengemukakan bahwa manusia itu mempunyai dorongan untuk mengabdi kepada dirinya sendiri dan dorongan untuk mengabdi kepada masyarakat secara bersama-sama, manusia merupakan kesatuan dari keduanya.
b.   Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial, adanya hubungan manusia dengan sekitarnya ada dorongan pada manusia untuk mengabdi kepada masyarakat. Dalam hubungannya menusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak, dengan bantuan orang lain manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau berbicara, dan mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena beberapa alasan yaitu:
1)   Manusia tunduk pada aturan, norma sosial
2)   Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
3)   Manusia memilikki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain.


f.       Hubungan Manusia Dengan Lingkungan
Secara garis besar lingkungan dibedakan atas dua, yaitu:
a.       Lingkungan fisik
Yaitu lingkungan alam, misalnya keadaan tanah. Keadaan musim. Lingkungan fisik dan yang berbeda akan memberikan pengaruh berbeda terhadap perkembangan individu.
b.      Lingkungan sosial
Yaitu merupakan lingkungan masyarakat yang didalamnya terdapat interaksi individu dengan individu yang lain.

Lingkungan sosial dapat dibedakan antara:
1)        Lingkungan sosial primer yaitu lingkungan sosial dimana terdapat hubungan erat antara individu yang lain.
2)        Lingkungan sekunder yaitu lingkungan sosial dimana hubungan individu satu dengan lainnya agak longgar, individu satu kurang mengenal individu yang lain.
Antara individu dengan lingkungannya terdapat hubungan timbal balik, yaitu lingkungan berpengaruh kepada individu, begitu juga individu mempunyai pengaruh pada lingkungan.
Sikap individu terhadap lingkungan terdapat sebagai berikut:
a.       Individu menolak lingkungan
Yaitu bila individu tidak sesuai dengan keadaan lingkungannya. Misal dalam kehidupan bermasyarakat, kadang-kadang orang tidak sesuai atau tidak cocok dengan norma-norma yang ada dalam lingkungannya. Maka seseorang dapat memberi pengaruh atau memberikan bentuk pada lingkungan tersebut.
b.      Individu menerima lingkungan
Yaitu bila keadaan lingkungan sesuai dengan keadaan individu, tetapi individu tidak mengambil langkah-langkah bagaimana sebaiknya.
c.       Individu bersikap netral
Yaitu individu tidak menerima dan tidak menolak.
C.    PENUTUP
a.      Kesimpulan
Jadi, manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk dalam aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, mati dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam suatu hubungan timbal balik baik positif atau negatif, sedangkan lingkungan adalah suatu media dimana makhluk hidup bertempat tinggal dan mencari penghidupan. Dalam artian lain lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekeliling manusia yang berpengaruh pada kehidupan manusia.
Hubungan antara individu dengan lingkungannya terdapat hubungan timbal balik, yaitu lingkungan berpengaruh kepada individu, begitu saja individu mempunyai pengaruh pada lingkungan
b.      Kritik dan saran
Manusia adalah makhluk yang sering berbuat salah karena manusia tidak sempurna.Karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Dan apabila dalam pembuatan makalah ini banyak terdapat kesalahan dan jauh dari sempurna kami selaku penulis meminta kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan pembuatan makalah lain ke depannya. Atas saran perbaikan makalah ini yang di berikan pembaca, maka penulis mengucapkan terima kasih










DAFTAR KEPUSTAKAAN

Gerungan, Psikologi Social, PT Ersco, Bandung:1988
Walgito,Bimo,”Psikologi Social”, Penerbit Andi,Yogyakarta,2003
Ahmadi, Abu. 1991. Psikologi Umum. Semarang : Rineka Cipta
Poernadarminta. 1984. KamusUmum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN. Balai Pustaka
Rama, Tri. 2001. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Agung
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum.Bandung : CV. Pustaka Setia
Sujanto, Agus. 2001. Psikologi Umum.Jakarta : Bumi Aksara
Arifin, M. Ed. Psikologi Dakwah, Bumi Aksara, Jakarta 2004

Shaleh abd, Rahman, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, Jakarta, kencana, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar