Jumat, 18 Oktober 2013

18 Otober 2013



Tepat tanggal ini, 18 oktober tahun lalu. Aku, duduk gemetar dihadapanmu idolaku, bersama ayu dan  devi, sekarang  masih seperti dulu,hanya saja aku sendiri, gugup, jari jemariku gemetar mendingin.Iya, masih seperti dulu, engkau masih orang lama, puing2pun tak berubah. Hari ini wahai kanda, Telah lama ku nanti dan menjadi bahan fikiran bagiku, ku harap hanya satu, bisa duduk di hadapanmu, tepat di tanggal pertama aku mengenalmu dan itu nyata. Walau hanya beberapa patah kata. Tentang rasa, aku masih seperti pertama kita bertemu. Lihat lah, gugup itu masih kasar terlihat.. semalam, tepat engkau menerka, bahwa diriku rindu jawabku hanya “iya”… dan kaupun meminta agar hari ini, jika aku ada waktu, untuk singgah di kantin DW. Aku nyatakan perasaanku, bahwa aku gugup bertemu denganmu. Aku takut, bahkan tak berani. Engkau hanya bilang “bg bakalan jarang ketemu dengan sya kalau bg lh PL, Biasanya sya ndak takut ktmu dgn bg?”….(semua berusaha untuk ku biasakan, gugup ini tetap. Semalam masih ku temani engkau melewati sunyinya) tentang rindu di hari ini. Nyata adanya ku ulang kisah setahun  yang lalu, duduk di kantin darma wanita masih denganmu menepis sejenak ku pandangi wajah yang menjadi puing impian itu. Tepat pada jam yang sama. Baju yang ku kenakanpun, masih baju dan hijab yang sama berwarna pink. Tapi sayang moment hari ini tak bisa ku dokumentasikan bersama orang- orang yang dahulu, semua kisah lama yang pernah terjadi di tanggal ini pada tahun lalu hanya akan abadi tepat di memory ini wahai idolaku… dan Hari ini. Aku merasa, ada secuil rasa yg kau jaga untuk ku. Itu Cuma feeling. Dari sikap sifat mu terhadapku. Takkah salah rasany??. Berapa ungkapan berujung sering engkau lontarkan, tiap2 untaian kata itu, selalu ku Aamiiinkan. Agar ada perwujudan yang nyata dari Rabbi. Itu mimpiku, harapku.tentangmu pada Rabb ku… Berkata tentang mimpi, semalampun sempat kita bahas. Argumen mu masih tetap berujung. Ntah itu rasa atau memang itu adanya. “sejauh keyakinan bg merantau,(tepatnya?)bagi bg mimpi itu sebuah keyakinan antara ingin dan taqdir(seraya membaca, terselip ingatan tetang mimpi-mimpi indahku terhadapnya)engkau berkata kadang mimpi tu mesti di kejar sejauh dan setinggi apapun, tapi tetap mimpi itu berpayung di dalam taqdir, Begitu menurut Elfi Fansuri (sedikit balasan, iya semua mesti di kejar, dan kita mesti berusaha untuki tu) ”semua ku kaitkan dgn selembar tulisan sandi yang ku tulis tepat pada momen Miladmu. Mungkin engkau tak tau, atau belum engkau artikan sandi-sandi itu… ku tulis 2 lembaran dalam bentuk warna yang berbeda mungkin blum engkau pahami maksudku akan 2 warna yang berbeda itu.. Mimpiku akan engkau begitu indah di dalamnya semua ku kait kaitkan akan pertanyaan ku terhadapmu semalam. Dan semua engkau isyaratan agar harus ku kejar dalam usaha yang takkan henti-henti untuk ku lakukan..  
Sekilas pandang untuk hari ini. Seuntai senyumku yang  tersipu-sipu engkau balas dgn lontaran kata dan wajah yang sejuk untuk ku miang-miangkan. Masih amat sangat gugup. Ntuk berada di hadapanmu, masih amat sangat takut sesuatu yang indah itu ku pandangi terlalu lama. Rasanya sebentar tapi hari ini cukup nyata harapanku semalam engkau masih orang lama yng persis sama seperti pertama ku berta’aruf.. Rabb, doaku masih ku jaga, mimpiku msih ku usahakan untuk ku gapai. dia Rabb akan tetap menjadi mimpi-mimpi yang indah…. dia Rabb akan tetapku gemakan di hati walau mimpi itu berpayung dalam taqdirMu. dia Rabb Putra daerah teluk nibung. Yg ku harap kelak untukku bersujud memohon surgaMu Thank to Allah, will this day..  

                                                                                Aisyah, 18 0KTOBER 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar