Rabu, 29 Januari 2014

Konseling dengan Ilmu Manajemen



Soal!
Coba terapkan proses konseling  dengan ilmu manajemen.
Jawaban
A.    Apa itu manajemen?
1.      Menurut Ricky W. Griffin Manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
2.      Menurut G.R Terry Manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud yang nyata

B.     Apa itu Bimbingan?
Menurut Prayitno & Erman Amti (1994:99) Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang-orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.
C.    Apa itu Konseling?
Menurut Berdnard & Fullmer ,1969, Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi-potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut.
Dapat  saya simpulkan bahwa pengertian Manajemen Bimbingan dan Konseling yaitu suatu bantuan yang diberikan oleh konselor kepada konseli agar konseli mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan juga mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya se_optimal mungkin secara mandiri agar tujuan adari bimbingan itu dapat menjadi efektif dan efesien dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada.
D.    Fungsi Manajemen
Prayitno (2009) dalam pengelolaan pada dasarnya terfokus pada empat pilar kegiatan, yaitu:
1.      Perencanaan (planning)
2.      Pengorganisasian (organizing)
3.      Pelaksanaan (actuating)
4.      Pengontrolan(controlling).

Pengelolaan berbasis kinerja mendasarkan pelaksanaannya pada kinerja konselor berkenaan dengan POAC penyelenggaraan pelayanan konseling terhadap sasaran pelayanan yang menjadi tanggung jawabnya. Arah POAC adalah :
1.      Planning: Bagaimana konselor membuat perencanaan layanan dan kegiatan pendukung, mulai dari membuat program tahunan, semesteran, bulanan, dan mingguan sampai dengan harian (berupa SATLAN dan SATKUNG). Fungsi planning dalam kegiatan bimbingan konseling yaitu:
a.      Menetapkan tujuan dan target pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling
b.      Merumusakan strategi untuk mencapai tujuan dan target pelayanan Bimbingan dan Konseling.
c.       Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menunjang proses pelayanan
d.      Menetapkan standar atau indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling

2.      Organizing: Bagaimana konselor mengorganisasikan berbagai unsur dan sarana yang akan dilibatkan di dalam kegiatan. Unsur-unsur ini meliputi unsur-unsur personal (seperti peranan pimpinan sekolah, wali kelas, guru, siswa, orang tua), sarana fisik dan lingkungan (seperti ruangan dan mobiler, alat bantu seperti komputer, film, dan objek-objek yang dikunjungi), urusan administrasi, dana, dan lain lain.

3.      Actuating: Bagaimana konselor mewujudkan dalam praktik jenis-jenis layanan dan/atau kegiatan pendukung melalui SPO masing-masing kegiatan yang telah direncanakan dan diorganisasikan. actuating berfungsi:
a.      Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan dan pemberian motivasi kepada Konselor agar dapat bekerja secara efektif dan efisien melayani konseli dalam pencapaian tujuan untuk memandirikan konseli
b.      Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai proses pelaksanaan pelayanan agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
c.       Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

4.      Controling: Bagaimana konselor mengontrol praktik pelayanannya dalam bentuk penilaian hasil dan proses kegiatan serta mempertanggungjawabkannya. Kegiatan ini melibatkan peran pengawasan dan pembinaan baik dari pihak interen maupun eksteren satuan pendidikan, serta organisasi profesi.

E.     Unsur-UnsurManajemen
Unsur- Unsur  manajemen dalam kegiatan BK, yaitu:
  1. Mean (Manusia): anak-anak, orang tua, para guru dan para pegawai dan pekerja lain, kepala inspeksi pendidikan/pengajaran, pekerjaan pengawasan-pengawasan pendidikan.
  2. Metode (Cara-Cara)
  3. Material (Bahan ajar)
  4. Money (Uang).
  5. Mechine (Alat-alat): berupa AUM (Alat Ukur Masalah)
  6. Maket
F.     Dalam Manajemen Bimbingan Konseling Dapat Kita Ambil Kesimpulan.
Secara umum seperti telah disebutkan di atas, fungsi manajemen meliputi perencanaan (planing), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling). Fungsi manajemen diatas secara terintegrasi dalam pelayanan bimbingan dan konseling akan berkenaan dengan bagaimana secara umum pelayanan bimbingan dan konseling itu dikelola. Pertama, perenacanaan (planing). Perencanaan dalam bimbingan dan konselinng akan sangat menentukan proses dan hasil pelayanan bimbinngan dan konseling itu sendiri. Pelayanan bimbingan dan konseling sebagai suatu proses kegiatan, membutuhkan perencanaan yang matang dan sistematis dimulai dari penyusunan program hinngga pelaksanaannya. Agar pelayanan bimbingan dan konseling memperoleh hasil sesuai tujuan yang telah dirumuskan, maka harus dilakukan perencanaan. Disekolah dan di madrasah fungsi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah, koordinasi BK (apabila disekolah dan dimadrasah yang bersangkutan memiliki banyak tenaga atau petugas bimbingan dan konseling) dan guru BK. Kedua, pengorganisasian (organizing). Pengorganisasian dalam pelayanan bimbingan dan konseling berkenaan dengan bagaimana pelayanan bimbinngan dan konseling dikelola dan diorganisasi. Pengelolaan dan pengorganisasian pelayanan bimbingan dan konseling berkaitan dengan model atau pola yang dianut oleh suattu sekolah dan madrsah. Apabila disekolah dan di madrasah yang bersangkutan memiliki banyak tenaga bimbingan, maka harus disusun organisasi pelayanan BK tersendiri yang terdiri atas koordinator, anggota, dan staf administrasi palayanan BK, fungsi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan koordinator layanan BK (apabila sekolah dan madrasah memiliki banyak petugas bimbingan). Ketiga, penyusunan personalia (stafing). Prinsip ini dalam pelayanan bimbingan dan konsling berkenaan dengan bagaimana para personalia atau orang-orang yang terlibat dalam aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling ditetapkan, disusun dan diadakan pembagian tugas (job discription) sebagaimana telah disebutkan dalam penyusunan program BK diatas. Guru BK akan memerlukan orang lain dalam memberikan pelayanan BK. Dengan kata lain, pelayanan BK disekolah dan dimadrasah melibatkan banyak orang. Untuk itu harus disusun para personalia atau orng-orang yang terlibat dalam layanan agar pelaksanaanya afektif dan efisien pula. Fungsi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan madrasah yang bersangkutan memiliki beberapa orang. Keempat, pengarahan dan kepemimpinan (leading). Prinsip ini berkenaan dengan bagaimana mengarahkan dan memimpin para personalia layanan bimbingan dan konseling, sehingga mereka bekerja sesuai dengan job atau bidang tugasnya masing-masing. Pengarahan dan kepemimpinan diperlukan agar aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling terarah pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi ini dilaksanakan oleh kepalasekolah dan madrsah yang bersangkutan hanya memiliki sattu orang guru BK. Apabila disekolah dan madrasah yang bersangkutan memiliki beberapa orang guru BK harus ditunjukan salah seorang sebagai koordinatorlah dan yanng melaksanakan fungsi pengarahan dan kepemimpinan. Secara umum fungsi ini disekolah dan madrasah dilaksanakan oleh kepala sekolah dan madrasah.
Kelima, pengawasan (controling). Prinsip ini dalam pelayanan konseling berkenaan dengan bagaimana melakukan pengawasan dan penilaian terhadap kegiatan bimbingan dan konseling mulai dari penyusunan rencana program hingga pelaksanaannya. Pengawasan penting dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling agar tidak dapat terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaannya. implementasi program dalam bentuk aktivitas-aktivitas layanan BK perlu pengawasan dan penilaian atau evaluasi agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpanga
n dalam pelaksanaanya dan dapat diketahui pencapaian hasil-hasilnya. Fungsi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan madrasah apabila disekolah dan dimadrasah yang bersangkutan hanya memiliki satu orang guru BK. Tetapi apabila disekolah dan madrasah yang bersangkutan memiliki beberapa orang guru BK. Fungsi ini dilaksanakan oleh koordinator layanan BK sekaligus juga kepala sekolah dan madrasah.

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Prayitno. 2001. Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar