Rabu, 01 April 2015

SECUIL, Dariku...



07 Maret 2014,, Hmmm.... Kadang kita boleh berharap, boleh menginginkan, boleh bercita-cita boleh bermimpi, tentunya kita harus berusaha terhadap apa yang kita angan-angankan itu terwujud. Sebatas apa yang ku harap banyak darimu, sekarang semua telah pudar di ambas waktu... cinta cinta cinta cinta cuma itu kata yang pantas ku keluarkan untuk mewakili rasa. Cuma itu yang bisa ku banggakan saat ikatan kita di ambang kandas.
Hari ini, ingin ku curahkan semua, agar lepas ikhlas rasaku pergi membawa kenangan yang  tak akan bisa ku ulang dengan yang lain. Sedikit kisah singkat yang kurajut awal aku mengenalnya,, berawal dari sms yang ku kirim ke no hp pendaftar anggota IMAKOPA selama abang-abang pendiri imakopa ngediriin stand di blok M. di sini tugas aku tukang send all masege biasanya tiap aku ngirim send all untuk menghadiri rapat pemilihan ketum IMAKOPA pasti yang ngebalas itu-itu aja orangnya, dan tiba-tiba aja iqbal ngebalas bertanya aku siapa? Di sinilah awal kita kenal dengan nama panggilan “sanak” hingga membahas sedikit masalah organisasi di akhir semester I. Dan saling bertanya facebook masing-masing.  dulu tu aku emang hobi online sampai subuh alias suka begadang, fase ini adalah aku lagi sayang-sayangnya sama elfan yang sering ku panggil fansuri di awal semester 1, saking banyak hal yang bermanfaat yang ku lakukan semenjak aku mengenalnya, mulai dari shalat 5 waktu, shalat dhuha, tahajut puasa senin kamis, Alhamdulillah bisa di katakan nggk pernah ku tinggal, dengan rutinitas ini lah timbul kebiasaan sering begadang browsing hal yang nambah ilmu dan iman, dan memberhentikan segala aktivitas yang berhubungan dengan lewat batas jam malam, dengan memutuskan break dari sasaran jaso tanah, karena aku tau fansuri tak suka dengan wanita yang keluar malam-malam walau yang di lakukan adalah hal yang positif, dan dia mengutarakan ketidaksukaannya. Disinilah aku pernah bertengkar hebat dengan anak-anak JASTAN, dengan sifat dan sikap yang reastis berubah, sebenarnya itu sangat baik, hanya saja mereka belum terbiasa dengan aku yang sekarang dan perlu beradaptasi lagi. Membahas-bahas masalah IMAKOPA yang aku dirikan bareng bg heru, hendro, jefri, ica, bg ardi.
 Saat seperti ini tiba-tiba terlintas di fikiran aku untuk  iseng ngeliat fb yang namanya iqbal sinji yang sempat ku tanya sama si iqbal.  Biasanya aku lebih suka nge-add orang, masalahnya aku jarang konfirmasi permintaan pertemanan, kecuali kalau udah kenal betul. Setelah aku add, tak butuh waktu sehari iqbal udah  mengkonfirmasi permintaan pertemanan ku, saat itulah aku liat iqbal tu siapa dan yang mana orangnya yang sering berkomunikasi denganku lewat sms, sambil senyum ku liat, dia udah punya pacar rupanya dan alumni dari MANDUPA musuh bebuyutan waktu aku masih aktif-aktifnya di pramuka. selang waktu berjalan,, udah lama tak berkomununikasi, akhirnya iqbal hadir lagi saat kita udah di awal semester 4, tepatnya pada awal-awal februari 2014 setelah aku hancur dengan lelaki yang ku idola-idolakan di fakultas dakwah di akhir januari lalu.. dalam hati yang galau iqbal ngajak aku catt di facebook, sampei aku sendiri yang minta no hpnya.. pulang dari sanggar di malam itu langsung ku telfon untuk ngabisin TM. Ternyata nyambung dan connect berinteraksi dengannya malam itu kita banyak membahas apa kesibukan masing-masing, masalah kampus organisasi sampei membahas mantannya dia.. awal kita bertemu yaitu di depan bank mandiri di steba, sebenarnya kita nggk ada janjian buat ketemuan, mungkin tuhan aja yang udah ngatur jalannya. Sebelumnya kita udah smsan juga, dia ngeliat aku pas daftar ulang di GSG, tapi akunya yang nggk ngeliat dia, sekalipun aku liat, aku tak tau bagaimana paras aslinya. hingga berlanjut smsan sampei kelar daftar ulang. Sebenarnya aku penasaran banget sama wajah aslinya si iqbal sinji. Sampai iqbal sendiri yang menememui ku di depan bank mandiri steba buat ngebayarin uang daftar ulang punya nya nunum. Dengan memakai baju batik, bercelana coklat dan di dampingi oleh temannya yang agak kekar badan dan semberaut wajahnya, saat itu aku berdua dengan vira yunita, ternyata vira satu itensif dengan mantan pacarnya iqbal yang pernah ku liat dulu di facebook yaitu radha. Menjelang pulang vira banyak cerita tentang iqbal dan radha, sampai ke baju-baju iqbal pun juga ikut di bahas... vira bilang nggk apa-apalah bareng iqbal, lanjutin aja. Tak begitu lama PDKT, iqbal ngajakin teman kelasku BKI-C untuk tanding main futsal, di sini aku yang jadi penghubungnya dan tepatnya di hari jum’at, 07 maret 2014 pukul 17: lewat WIB. Sehabis main futsal di lapangan SKA kalawi tepat di lapangan tu iqbal nyatain perasaannya, dengan deg degkan aku langsung jawab. IYA. Saat itu kita udah resmi jadian dan berkomitmen untuk saling sayang dan saling cinta.. 
Saat berpacaran dengannya banyak hal yang berubah dari ku,, dan itu bukan aku saja yang ngerasain, tapi teman-temanku baik laki-laki dan perempuan juga ikut berkomentar, mulai dari cara berpakaian, pola belajar, cara bicara semua ku ubah, aku hanya ingin memulainya dari hal yang baru, biar iqbal mencintai ku yang begini, aku yang dulu, aku yang sebelum mengenang fansuri dan ku tinggalkan cara lamaku sebagai mantan anak KSI. Bagi iqbal mungkin aku biasa saja, tapi tidak dengan mereka yang lama mengenalku, berbagai ocehan dan cemooh sering ku terima bahkan nada sumbing setiap hari mewarnai hari ku di awal semester 4 ini dengan kata sederhana aku sering di lukai dengan kata-kata MUNAFIK, sampai aku beralih teman dengan mereka yang mengerti aku saat itu. Yaitu, Vira, nurul, dan yola.. nggk Cuma sampai di situ, teman-temanku alumni MAN 1 juga ikut ngomentarin n apalagi anak-anak sanggar selalu ngomentar “ aisyah bodoh mau j berubah demi laki-laki”  kadang kalau di fikir-fikir, cinta tu emang bikin kita bodoh! Lupa diri bahkan buta... Sebenarnya telinga ne panas, tapi mau gimana lagi nggk mungkin lah aku berubah lagi bisa bisa di cap mempermainkan hijab. berbagai ocehan sudah mulai tak ku acuhkan sehingga mereka semua mulai terbiasa dengan aku yang sekarang.
Menjalani kasih dengannya emang membuat hari ku terasa indah penuh warna.  Sangat terasa yakin ketika dia ngajak aku nonton dia main futsal dan pulang itu dia ngenalin aku sama semua teman-temannya. Tiap hari ketika dia main, nggk sekalipun aku lewatkan untuk tidak nonton dia dan memberi dia semangat biar menang, walau hujan sekalipun, kadang saking norak plus isengnya aku pun ngevidioin dia lagi main, buat aku pandang sebelum tidur, dan Sempat juga ku lukai jari ku sendiri hingga berdarah saat aku lagi nonton dia main futsal di lapangan depan gsg, dan mencoret dinding GSG dengan darah ku tadi  dengan tulisan, Aisyah <3 Iqbal, saking isengnya si waldi ngefoto tu dinding GSG yang ku coret dan ngejadiin tu foto dp, sampei-sampei anak sanggar ngomentari tu dp waldy bilang aku norak. hahaa (Happyfun aja). Sempat juga iqbal nguji aku dengan cara dia nyuruh aku jemput dia, katanya motornya di bawa rizki. Yang namanya sayang ya aku jemput, walau pun waktu itu aku dalam keadaan sakit, nyampei kampus udah maghrib, hujan deras pula. Nyampei di gedung SC. Iqbal kaget dan memandangku dalam keadaan pucat, teman-temannya pada marah sama dia gara-gara udah keterlaluan kali nguji aku, dan akhirnya iqbal nyuruh aku pulang.
Hmmm Tiap  sebelum tidur pasti aku nonton vidio lipsingnya iqbal, yang dia kirim pas aku lagi kuliah, demi dia aku relain minta izin keluar, dan ketemuan di belakang fakultas dakwah, tepatnya di fakultas adab Cuma buat ngirim vidio lipsing dia. Nggk sebatas itu kadang walau hujan deras iqbal rela-relain jemput aku ke kos vira, sedikit ku kilas kisah ini, ibal ca emang asli labil, jujur bal, waktu bal jemput ca ke kontrakan vira dalam keadaan hujan, hati ca lagi kacau kacaunya bal, syukur, ca  masih memiliki ibal bal, klu nggk akan lebih sangat kacau lagi ne hati. disini titik aku mulai setia sama kamu bal. Hmmm...tepat hari itu 24 arpil aku putus sama diputra prima, kita udah lama kenal udah lama sahabatan, hanya saja baru di tanggal itu hatiku terbuka untuk mencintai prima lagi setelah ku tolak 3 tahun yang lalu, karena dia ngebatalin janjinya sama aku waktu baru tamat SMA dulu, tapi nyesel juga nolak dia sejak tau dia lulus di kedokteran unand, setahun belakangan ini kita lumayan dekat dan komunikasi kita amat sangat lancar dan setelah kita ketemu lagi di halte pasar baru, aku langsung nyesek pada pandangan pertama sama si  Dp, tak lama PDKT lagi kita langsung mengikat hubungan di puncak panorama pada tanggal 06 maret 2014 lalu dalam suasana gerimis. Setelah jadian aku yang terlalu amat sangat sibuk sama selingkuhanku si qibal, sehingga si Dp sering ku abaikan, lagian dia juga amat sangat sibuk, dan bisa di hitung selama sebulan lebih kita menjalin ikatan, nggk beberapa kali kita jalan, selebihnya dp Cuma sering jemput aku di tengah malam pas pulang dari sanggar. Anak anak sanggar lebih senang ngeliat aku sama Dp dari pada sama iqbal,dan nyinyir nyuruh aku buat mutusin si Qibal. Dp emang iya, punya segalanya, berwajah manis, tinggi, menarik, pintar, aktivis sang motivator dan memiliki jiwa adventure, lantaran aku banyak alasan dan takut ketauan sama iqbal, dp amat sangat sering ku abaikan palingan kita Cuma telfonan kalau dah tengah malam, dan bbm kalau dia lagi nggk sibuk. Bicara hati. Semua bukan soal harta dan tahta.. tetapi iqbal lebih pandai menjamah hatiku. Sehingga aku lebih amat sangat sayang sama iqbal. Dan disini lah titik terakhir penghujung kisah ku dengan Dp. Dia cerita tanggal 26 April mesti berangkat ke Jakarta buat ngejalani praktek KoaAs kedokterannya selama 6 bulan, di sini titik egoisku muncul, minta akhiri hubungan kita, karena hatiku sungguh sangat tak yakin, jika kita harus berhubungan jauh, aku sungguh amat sangat tak percaya jika kita harus berjarak. tapi si Dp tetap ingin kita tetap lanjut. Setelah 3 hari ku fikir fikir, dan mematangkan lagi ne hati. Sedikit agak senang, aku masih memiliki iqbal di sini, biar lah Dp pergi, dengan yakin perselingkungan ne nggk bakal ketauan. Tapi semua berubah ketika dia ngajak untuk ketemu terakhir kalinya, pada tanggal 24 april, agak sedikit malas karena hujan gerimis, setelah ku tanya iqbal, dia bilang emang mau kemana?,,, aku jawab, “aku mau ketemu teman karena dia mau berangkat ke jakarta dan kita nggk bakal ketemu lagi”, malahan iqbal bilang “pergi lah, n hati-hati di jalan y yank, ntar pulang biar bal yang jemput” magrib-maghrib aku nyampei d kontrakan vira dan dengan semangatnya vira yunita ngedandani aku, dengan sangat cantiknya tanpa jilbab. Dan dp ngenjemput aku ke kontrakan vira pada maghrib itu, malam itu dp muji aku, “cantik ternyata pacar aku ne tanpa jilbab”.. di atas mobil aku nanya, Dp kita mw kemana dia jawab “ liat ajalah ntar” nyatanya kita ke panorama lagi, jadi keingat awal kita jadian. Disini kita duduk berdua hujan gerimis, dan Dp bilang, dia setuju jika kita emang harus berakhir. Padahal aku sudah mematangkan untuk tidak, tanpa heran, aku senyum sambil becanda dan jawab, “ yakin kamu?” dia jawab iya karena emang nggk mungkin, aku jauh sibuk pula lagi” aku jawab gini “ emang ada tampang aku buat nyelingkuhin kamu??” ada kata dp, aku sibuk takut kamunya jenuh dan berpaling, dan hubungan kita malah jadi makin memburuk dan berakhir benci” setelah ku fikir-fikir ternyata ada benarnya juga, dia ninggalin bukan sebulan 2 bulan, tap 6 bulan full tanpa pulang. Bagus jika perselingkuhan yang ku jalani nggk ketauan, jika ketauan, bisa parah gila, jadi keputusannya kita sepakat untuk end di tanggal 24 april ne dengan hati yang sama-sama lega dengan suasana panorama indah yang mengguyur kota padang, dengan gerimis tampak lampu-lampu dan ruas jalan membentang dengan perbukitan di lapisi kabut. Sepanjang jalan Dp nggk berhenti menggenggam erat tangan ku dan janji kalau udah pulang ntar di kasih kabar lagi.
Terasa hangat tangannya yang membaluti tanganku yang dingin, dengan pandangan mata dan senyumnya yang tak jenuh untuk ku pandangi, di sini dp malu-malu sayang gitu, malu tapi tampak sayang mencantar dari matanya, sambil bilang gini “ngapain ngeliat aku mulu ca? Ganteng kali aku ne??” sambil ketawa keras aku bilang “ iya kamu ganteng, sejak kamu udah berstatus mantan.” Sambil nyetir ada-ada aja hal lucu yang kamu lakuin biar aku ketawa di hari ini. Tanpa harus galau dengan status kita yang baru saja putus. ketika pulang aku minta dp ntuk nganterin aku kontrakan vira. Dan ketika mau turun, dia bilang tunggu dulu sebentar. Di sini dia ngeliatin tiket pesawatnyan yang beranggat jam 20:00 WIB, dan ngeluarin setangkai aidelwis yang ada di dompetnya, dan Dp nyuruh aku buat mencium tu setangkai aidelwis, hingga wanginya sampai ke hati, baru air mataku menetes dan ia menjabat tanganku sambil mencium pipi kananku dan aku Cuma bisa bilang, “hati-hati, baik-baik di sana, bagus-bagus prakteknya agar ntar  nilainya menjadi yang terbaik, jaga diri jaga kesehatan dan jangan lupa sama janji, n semoga tahun depan kamunya jadi dokter beneran” dia senyum dan bilang “iya sayang” J dan dia minta aku untuk ikut anterin dia ke bandara pada maghrib tanggal 26 tu, hati ne iba dengan simple aku jawab, “Maaf Prima, aku nggk bisa, sanggarku tampil di bukitinggi pada hari tu dan akunya berangkat sore, maaf” dia jawab” yaudah nggk apa-apa sambil membelai rambutku. Dan ketika aku dah masuk kontrakan vira, aku nangis dan badanku melemas, nafas ne sesak sambil bilang “aku putus vira”, itu ungkapanku.. tak lama kemudian iqbal nelfon ke no vira, dan vira nyuruh iqbal untuk menjemput aku. Ketika ketemu iqbal, badanku rasa tak berdaya, dan di sini aku memeluk iqbal erat dalam keadaan hujan menuju rumah, di sini aku bilang sama iqbal  “makasi y bal udah rela mau nganterin ca pulang walau hujan-hujan gini”, ini belum seberapa katanya, dan di sini lah aku yakin dengan iqbal, kalau dia benar-benar sayang. Nyampei di rumah dp langsung bm sambil ku putar lagu galau yang berjudul “perpisahan termanis” dan prima ngolok-ngolokin aku, bilang aku galau banget tanpa dia.. Dan tepat di malam keberangkatan dp ke jakarta pada kamis, 26 april tu dari sore kita bbm.n  sampei dia bercerita lagi siap-siap berangkat ke bandara, di sini aku termenung duduk di belakang rumah, sampei jam 19:30, dia bilang mau cek in dan dia ngirim fotonya yang lagi di bandara via bbm,dia pamitan hingga bbmnya pending itu berarti dia udah mau berangkat, saking noraknya, aku foto tu pesawat lewat jam 20:00 wib. Pas pula malam tanpa bintang yang ada Cuma cahaya pesawat tu aja kejepret, sambil pesawatnya hilang, aku edit tu foto pesawat yang mungkin ada Dp di dalamnya sambil nangis dan dalam rangkaian kata “ YOU’RE MY STAR DEEP” dan ketika dia udah nyampei n nge read bbm yang pending tadi aku kirim tu hasil editan, “dia ngetawain aku dan bilang, “lebay, alai, norak gaje juga kamu ternyata ca”. Trus dia curiga dan bilang aku pinter bohong, “ katanya ke bukit ca, koq ngirim foto beginian?”, baru deh aku jujur.. sebenernya aku nggk ada tampil di bukittinggi hanya saja, tu Cuma alasan agar aku ngkk ikut nganterin kamu deep., dan biarkan malam selasa 24 april tu menjadi perpisahan termanis biar nggk galau 2x akunya di BIM, ,tapi aku beneran ke bukit tapi besok deep nggk sekarang, dan dp pun marah saat itu. Dan Alhamdulillah putusnya ikatan kita berakhir dengan manis, baik dan hatiku lapang menerima.
Besoknya, di hari jum’at  qibal janji nganterin aku naik travel ke basco, dari jam 8 pagi aku nungguin dia kuliah sampai jam steng 11 baru kelar dan langsung nganterin aku, tiba di bukit aku ketemu sama kak okta, mahdi, waldy, syukra. Malamnya aku cerita, aku udah putus sama Dp sama kakak2ku tersayang, semua pada bilang aku bodoh, dan nuduh, aku lebih milih iqbal dari pada Dp. Sebenarnya nggk, bukan itu masalahnya dan aku kembali bercerita tentang kandasnya aku dan dp sama anak2 sanggar yang kepo banget ne.
Dan sekarang udah sepenuhnya aku milik iqbal seorang, tanpa iqbal tau perselingkuhan yang pernah ku lakukan di belakangnya, Walau banyak hal yang sebenarnya belum bisa aku terima dari kisah masa lalu nya dengan sang mantannya,, saat ini aku hanya ingin berkomitmen untuk tidak menghianati dia lagi, sekalipun ntar si Dp pulang, dan nggk bakal macem-macem lagi dengan hal-hal yang bersifat negatif. Tapi pengaruh lingkungan, teman-teman, sampai membawaku ke hal yang sangat tak ingin ku sentuh... Tepat di hari minggu 29 april, iqbal ngajak ku nonton di bioskop, karena ini yang pertama aku mau nerima ajakan iqbal, katanya ada film bagus sekarang, dan akhirnya (…………) di motor aku terasa bak orang bodoh. Dengan badan yang terasa sangat letih. Sore itu pulang biosko kita JJS ke unand disini aku bilang aku sangat sayang sama dia. Hingga ku jepret dia yang lagi tidur di rumput, dan dia menutupi camera hp ku, hingga hari hampir maghrib dan kami memutuskan untuk pulang dalam suasana yang gerimis.. iqbal anak ke-2 dari 5 orang bersaudara, sama kaya’ ayahku. 5 orang laki-laki semua.. dia anak yang baik dan sayang sama mamanya hanya saja berlatarbelakang dari keluarga yang kurang mengajarkan ia arti keharmonisan keluarga, begitupun lingkungannya sangat berpengaruh buruk sekali. iqbal sangat mencintaiku, bahkan amat sangat sabar dalam menyayangiku, setia (sepengetahuanku) begitu juga dalam menghadapi ke egoisanku yang kadang membludak tiba-tiba.
Kisah ultah dia, ada sedikit kekesalan yang ku simpan jauh dalam lubuk hati, jam telah menunjukkan 00:00 WIB di tanggal 26 mei, sebagai seorang kekasih aku ingin, aku adalah orang pertama yang ngucapin, tapi semalam sebelumnya telah ku ancang rencana untuk memeriahkan ulang tahun dia, dengan mesanin black fores bergambar love, tapi apa daya kekesalan telah terlanjut membaluti hati di jam 00:00 tersebut, malam itu aku telfon pengen ngucapin doa buat dia yang aku sayang, belum ngomong dia nya bernada kasar bilang matanya ngantuk, malas nelfon telinga panas sampai nyesek pengen nangis karena kata qibal malam itu, langsung selembar surat yang telah ku ancang indah penuh makna kalimat perkalimatnya, dan aku yakin engkau bakal terharu membaca goresan tinta merah dan lingkaran love yang di dalamnya penuh dengan darahku.yang ku lambangkan dengan keabadian jalinan kita, malam tu ku robek-robek!!.. tanpa mengirim kata-kata selamat ultah, dan baju yang ku beli ku lempar ke sudut kamar, hati telah puas matapun ngantuk dan akhirnya aku tertidur, ketika bangun aku baru sadar, dan berfikir lagi. Ini adalah hari istimewa buat kekasihku masa hanya karna masalah di kasari dikit harus ku hancurkan momen istimewa ne, ku usahakan berangkat kuliah agak pagi, dan ku beli ulang kertas kado, dan lem, nyampei di kos nunum aku panik mau nulis kata-kata apa, karena kata-kata yang ku tulis semalam udah lupa dan nggk bisa di baca lagi dan lagian ketinggalan pula di rumah. Pas pula saat itu aku lagi buka fb dan saat itu debi update stt, sampei aku ngeliat fb debi d pagi itu.terliatlah kata-kata selamat ulang tahun yang pernah ku kirim ke debi dulu, itu yang ku copas dan ku tulis pada selembar tisu, ku bungkus bersama sehelai baju yang kata orang mitosnya, “jika ngasih baju sama cowo’ hubungan asmara nggk bakal berjalan baik lagi”, sebenarnya aku percaya, karena nggk sekali 2x aku ngasih orang yang ku sayang baju dan ending selalu berakhir nggk baik.. tapi mau gimana lagi, rencana mau ngebeliin dia sepatu futsal tapi di bantah ma teman temanku mereka bilang “masa pemberian lu ntar di injak-injak iqbal, sekarang pemberian, besok harga diri yang bakal d injak-injak”. Makanya Cuma kemeja yang selangit tu aja. Siangnya aku ketemu dalam keadaan kesal, aku minta dia untuk nagnterin aku ke base camp  , nyampei di basecamp aku balik lagi ke kampus bareng dia, lewat dari jalan by pas aku buka tas qibal dari belakang, sambil bilang “ bal ca ada sesuatu” dan langsung ku masukin, mungkin dia buka tu bingkisan di kos nya riski, masalahnya nggk beberapa lama kemudian dia ngucapin, makasi ya sayang, sebenarnya aku udah kesal, tu kue balack fores udah aku makan bareng temen-temen karena saking kesal sama ulah qibal yang semalam, dan hari ini terasa biasa tanpa ada niat untuk merubahnya menjadi istimewa lagi. Esok harinya saat aku dan anak-anak sanggar pergi traveling ke lubuk timpurung, tiba-tiba aja ada mantanya ayu si ardi yang lagi ultah di tanggal 27 mei tu, pulang mandi-mandi, kita ngumpul di sanggar sambil ngerayain ultahnya ardi, waldy bilang gini, “ kak bukannya bg iqbal juga ultah sekarang??? Kita rayain bareng lah kak?” hmmm sebenarnya udah malas banget, tapi mau gimana lagi semua pada paksa aku buat ngerayain ultah si qibal, “ya deh” langsung beliin kue sambil ngubungi dia nyuruh ke basecamp, dianya mau tapi rada malu-malu gitu. Alhamdulillah iqbalnya datang juga sama abangnya, di basecamp deh aku ngerayain ultah pacarku tersayang ne, walau kesalnya belum hilang sih sebenarnya.. kita kodak-kodak iqbal nyuapin aku dan sebaliknya, badan udah mulai nggk enak, akhirnya aku di anterin deh sama qibal pulang dan setelah nganterin aku baru dia pulang sama abangnya.
Saat aku sakit ramadhan lalu karena pingsan pas bawa motor hingga jatuh dan tak sadarkan diri, pulang ujian dia yang selalu setia nganterin pulang, dia yang selalu sayang sama aku, dia yang cinta bahkan dia yang amat sangat ku cinta saat ini, dan Cuma dia laki-laki pertama yang mau buatin tugas-tugas aku saking jatuhnya aku di semester ini. Iqbal yang mengembalikan motivasi belajarku lagi, tanpa bosan juga untuk menyemangati dia yang lagi bangkit-bangkitnya pengen berubah, sebenernya kita 11 12 tapi iqbal lebih bersemangat dari ku saat ini. Sedangkan aku hanya bisa menyemangati kekasihku saat ini tanpa bisa mengemangati diriku lagi.
Saat perdana mendaki merapi dengannya. Di awal mei 2014 lalu Dengan dana yang minim seadanya, pulang kuliah kita memutuskan untuk packing sambil BBM ngebahas apa-apa aja yang mesti di bawa dan memutuskan untuk  ketemu di depan basco biar barengan naik travelnya menuju koto baru, nyampei di bukittinggi jam 5 sore, kita jalan kaki dulu dari simpang MAN koto baru menuju Tower, di jalan kita kodak kodak buat abadiin moment yang mungkin nanti tidak kita lalui lagi. Tiba di tower kita shalat maghrib dan nunggu rahmat sampei datang, sambil nunggu kita adu panco, siapa yang kalah harus nuruti semua kemauan yang menang,  nunumpun kesal-kesal sendirian nunggu selama itu hingga rahmat baru datang sehabis isa.kita sama-sama kelaparan, sama-sama capek, dalam perjalanan malam yang gelap, nyampei di jembatan bambu kita berdoa kepada Allah agar perjalanan kita di lindungi, baik itu dari makhluknya yang kasat mata hingga yang nyata tak tampak wujudnya. tiap-tiap pendakian yang curam iqbal selalu menggenggam tanganku dan menarikku ke atas,  jam 3 malam kita sampei di cadas merapi dan ngediriin tenda. Dengan dingin yang menusuk tulang kita tidur bersama bareng nurul, rahmat,dan temannya. Subuh saat kita mendaki cadas, saking noraknya kita eksis ngeabadiin momen bertiga bareng nunum juga dengan gaya yang macem-macem.bahkan sesampai di puncak kita sama-sama ngeliat indahnya dunia dari atas awan. Yang sering ku bilang samudra di atas awan, tapi kali ini efek cuacanya kurang bagus, awannya Cuma dikit, yang ada hanya langit biru yang bersih. Hingga terlihat gunung pasaman, gunung singgalang, kota bukittinggi, padang panjang payakumbuh, solok, hingga danau singkarak.. berdiri mesra di puncak merpati, di sini kita janji janjian, aku Cuma bisa bilang dalam hati, Akhirnya apa yang jadi mimpi bagi ku dulu, saat ini menjadi kenyataan, bahkan momen seperti ini sering ku karang-karang indah dalam khayalku berdiri dengan orang yang aku cinta dan mencintai aku di puncak tertinggi merpati. duduk di balik bunga aidelwis berharap hubungan kita bakal abadi untuk selamanya, sambil ngeliatin nunum yang kesal-kesal sendirian di taman bunga aidelwis,  bahkan banyak momen yang kita abadikan di puncak.  Sampei-sampei kita komitmen, kalau kita jodoh ntar prawedd kita di puncak merapi.. Cuma 1 foto yang menurutku indah yang sering menjadi bunga dalam khayalku, yaitu foto yang sering ku edit dengan kata “bersamamu, selamanya takkan terasa lama” dengan berbagai efek, ada yang kaya’ awan senja bak sunset di ufuk barat, dan ada juga yang efek sunrise dengan di belakangnya terhampar danau singkarak yang terlihat kecil dari atas puncak tertinggi ni. Ibal ku sayang taukah engkau dengan sedikit kata kiasan yang ku lampirkan di foto kita “ bersamamu, selamanya takkan terasa lama” maknanya singkat, aku hanya ingin abadi selamanya, dan selamanya itu takkan ku rasakan lama jika itu denganmu ku lalui hari. Sangat manis denganmu bal, sangat sangat manis, bahkan kisa sama-sama ngerasain panasnya mentari dari puncak tertinggi ni
Kita perginya barengan, tapi turun merapi cuma bertiga aja, aku, nurul dan iqbal. saat mau turun merapipun  saking lapernya, kita ambil makanan yang ada di tendanya rahmat dan sambil turun kita cuma cemilan pengganjal perut dengan mie mentah, kalau di ingat ingat jadi pengen nangis aja, momen saat kaya’ gini, susah kita hadapi barengan, senengnya apalagi. dan menjelang turunpun, kita ketemu bule dan kodak-kodak juga bareng bulenya, setengah perjalanan  hujanpun mengguyur,  jalanpun becek semakin licin nggk sekali dua kali aku terjatuh, dan iqbal selalu setia menggenggam tangan ku erat dan mengajak ku bangkit dengan keadaan kaki kita yang sama-sama kram kesemutan, sampai-sampai dia sendiri yang bilang aku manja karena ada dia.. sebenarnya bukannya aku manja bal, emang aku seperti itu, bahkan aku tak sekuat yang sering aku ceritakan, jujur aku ne sebenarnya penyakitan bal,  aku lemah.  Hanya saja selalu ingin terlihat kuat!!! Dalam perjalanan turun kakiku terkilir, dia yang bukain sepatu ku sambil nahan sakit dia juga yang mijitin kelingking kaki ku yang terkilir, dan dia juga yang metikin daun yang berukuran lebar untuk payung agar kita nggk terlalu kebasahan. Dia juga yang membimbing aku ketika kita udah hampir sampai di tower, saat kita udah sama kedinginan sampei-sampei udah nggk kuat untuk melangkah, dia juga yang semangatin “dikit lagi nyampei” nunum cuma bisa nunjukin wajahnya yang udah terlihat amat letih, sampei di wc tower. Kita antrian buat mandi, selesai aku mandi, baru deh masuk nunum di antrian kedua setelah aku, momen  ini yang sering ku ingat ketika hubungan kita sering kandas, dan momen ini juga yang bakal ngingatin, betapa kamu tulus bal, karna emang kerasa kamu tu tulus waktu itu, emang terasa di dalam sanubarimu cuma ada aku, aku yakin kamu juga nggk bakal lupa, ketika 3 ekor lintah nempel di kakiku, dengan bergegas kamu cabutin tu lintah dan nyariin jaring laba-laba buat berhentiin pendarahan dari gigitan lintah tu, aku nggk bakal lupa bal, nggk bakal, apalagi kamu sapu bersih bedakku yang menumpuk, dengan lembut kamu sentuh wajahku sampai jantungku berdesir, aku merasa amat jatuh cinta dengan kekasihku saat itu. Aku sayang kamu bal, amat sangat sayang. Hari udah mulai sore, dan nyampei di simpang koto baru kita langsung nyari tranex buat balik ke padang, nyampei di basco, kamu pulang duluan jemput motor, dan aku menunggumu lama saat itu di pinggir jalan, hingga tertidur tanpa malu barengan nunum. Kamu datang dan kita tarik 3ntuk pulang. Masih adakah kau simpan aidelwis yang sama-sama kita petik bal??? Masihkah kau simpan indah memory yang pernah kita abadikan di puncak tertinggi??? Aku, sampai sekarang masih menyimpannya. Masih setangkai aidelwis yang ku pajang indah di lemari kamarku, setangkai aidelwis yang ku pisah dari aidelwis lainnya, masih menyimpan bahkan tak akan pernah untuk ku hapus. Tak akan pernah karna momen tu adalah mimpi indah yang pernah kurajut, berdiri di puncak tertinggi dengan kekasih tercinta, hmm dan itu kenyataan, di hijabbah tuhan. Dan aku, takkan pernah hilangkan semua dari ingatanku dan takkan pernah ku hapus apa yang telah terjadi di puncak tertinggi tu antara aku, kamu dan mereka.
Sedikit kisah waktu kita di lutam (lubuk tampuruang) dia bilang dia nggk bisa berenang, aneh juga sih dengarnya, masa iya cowo’ nggk bisa berenang, apalagi laki-laki kaya’ qibal, mustahil dia nggk bisa.. hari ne aku pengen nguji, dia bohong or nggk, pulang kuliah kita mutusin buat pergi ke lutam siang ne, jam steng 3 iqbal datang jemput aku, tapi sayang dia ngenjemput akunya Cuma sampei bandes, di jalan aku peluk dia erat, saking kangennya, saking sayangnya, pengen peluk dia terus sampai nafanya sesak, biar dia tau bahwa aku nggk pengen ngelepasin kamu bal, di jalan kita singga dulu di citra buat beli cemilan, setelah itu on the way deh menuju lutam, eh di tengah jalan baru deh aku sadar, minuman yang aku beli nggk di masukin sama kasirnya, mau puter balik, udah jauh juga, jadi malas aja, kata qibal kalau udah pulang aja ntar di singgahin lagi,, nyampei di lutam, di perjalanan menuju air terjun kita ngeabadiin momen dulu dengan kodak-kodak bareng, suasana mulai sejuk, yang mandi-mandi juga nggk banyak-banyak amat, langsung deh kita tarok tas dan duduk berdua di tepian lubuk tu, orang pada ngelirik jeles gitu, “masa bodo aja” sampai akhirnya kita mutusin buat nyebur ke dalam lubuk. Nggk Cuma itu kita juga manjat tebing lubuk tu buat loncat bareng, sosweet bangetkan kisah kami, hehee.. ternyata emang iya iqbal ngebohongi aku, pintar berenang dia ternyata. Udah menggigil kedinginan kita kelar deh mandinya dan mutusin buat pulang, di jalan iqbal ganti baju di semak-semak, untung nggk ada yang ngintipin, sambil menunggu sore, kita duduk dulu di bukit-bukit tu sambil ngeliat pemandangan kota padang, sambil kodak-kodak, sampai-sampai bayangan kita berdua dengan narsis juga ikut kita kodak,, sebenernya panas banget sore ne karena matahari sorenya cerah banget sampai aku sendiri berlindung di balik badan iqbal yang kurus, (………..) udah capek kita jalan deh menuju parkir motor.
Di sepanjang jalan tak hentinya ku pandangi kekasih ku ne, sungguh merasa amat sangat beruntung aku memiliki pasangan setia seperti dia, pacar yang sayang, pacar yang ngertiin keadaan aku. Tapi keadaan berputar setelah aku terlalu kepo terhadap dia, sampei-sampei dengan manja aku minta ganti hp sama qibal, dianya mau, pas ngebuka casing, ternyata ada number axis yang selamane nggk aku ketahui, “bal koq ca nggk pernah tau bal punya no axis?” “tu no bal ma radha dulu ma ca, liat lh no nya ada tanggal lahir kami berdua sama bulan lahir kami yang sama” dengan sakit hati langsung ku lepar tu hp, dia berusaha ngejelasin, tapi aku masa bodo. Tu kan udah mantan!! Ngapain di simpan? Masih cinta? Atau nggk pengen move on?? Atau atau yang lainnya?? Hmm aku nangis, nggk bisa lagi nahan. Ego ni tinggi hati ne keras, dan dia ngejar-ngejar sambil megang tanganku keras, dengan emosi aku memberontak sambil bilang “lepas!! Sakit tau nggk, lepas, gw bisa pulang sendiri!!!” akhirnya dia ngelepasin tangan aku, sambil menuju parkir dan ngambil motornya aku udah jalan duluan sambil menahan air mata yang haram akan ku jatuhkan jika keadaannya seperti ini, tapi tetap, aku wanita yang tak kuat jika hatiku luka di saat udah cinta. Dengan pelan-pelan iqbal mengikutiku pakei motornya, dan maksa aku naik. Aku udah di puncak emosi, begitupun dia, saat udah ada yg liat aku bertengkar, baru aku ngerasa malu, dan mau ngikuti kemauan dia, setelah naik ku tutup wajah yang udah basah ne, iqbalpun dengan emosi juga ngomel-ngomel, dan akhirnya diam. Nyampei di citra swalayan iqbal berenti, “ ca, ambil lah minuman yang ketinggalan tadi” dengan bergegas aku turun, “jangan halangi gw, gw mau naik angkot!! Gw pengen pulang sendir” Iqbal pun kasar lagi dan meremas tanganku dengan keras, “ ca please, jangan bikin malu bal di sini, lihat lah orang rame ca, naik lah lagi”. Dengan kesal aku naik motornya dan tanpa kata hingga rumah, sampai di gang rumah, ketika mau turun cuma dikit kata yang pantas terucap buat mewakili rasa sakit ne, “ bal, turun ca dari atas motor ne, berarti di antara kita udah nggk ada ikatan apa-apa lagi, udah cukup rasanya, dan makasi buat hari ini!!” dengan deraian air mata maghrib itu aku merenung di kamar dengan ribuan pertanyaan yang tak aku temui jawabannya. Kenapa iqbal masih simpan kenangan dengan wanita masalalunya? Kenapa, kenapa dan ketapa?? Di bbm dia ng ping mulu dan tu Cuma aku read aja tanpa membalasnya, sakit banget di bohongi kaya’ gini. Masa bodo’, hingga dia berusaha ngejelasin semua dan aku tak akan lupa sekalipun setelah momen itu kita merajut lagi jalinan kita, hmm tapi aku tak akan biasa maafkan, takkan bisa ku menerima penjelasanmu. hanya saja karena aku tak ingin kita kandas karena masalalu mu yang konyol! Dan kita balikan lagi
Setelah hubungan ku berjarak sama iqbal, ketika dia telah menganggap waktu denganku terasa tak penting lagi, sejak dia merasa sibuk dengan aktifitasnya sebagai panitia pesantren, sejak dia sibuk bekerja yang katanya tu duit buat  ngebayar uang semester, sejak dia janji ngebeliin aku baju lebaran dengan duit hasil kerjanya, cewe’ mana yang nggk seneng jika kekasihnya ngasih dia sesuatu dari hasil jerih payahnya sendiri, sekecil kecil apapun pemberian kekasihnya, pasti bakal di hargai banget. hmm sedikit ku kilas balik bal, aku marah banget, ne bukan masalah aku matre atau bagaimana, tapi ne masalah janji tanpa pernah aku minta minta dari mu. Usai lebaran tu baju nggk juga ada, dia bilang duitnya bakal dia simpan untuk ngebayarin uang semesternya, dengan sedikit kecewa dan bangga “setidak-tidaknya dia telah berusaha untuk tidak bergantung pada orang tuanya walau baju lebarannya nggk jadi di beliin” tapi sini janggal, dia bilang mau nyimpan tu duit, tapi tampilannya dari ujung rambutke ujung kaki baru semua.   ini lah iqbal, bisanya ngomong doang tapi nothing. Laki-laki tu yang di percaya omongannya, kalau omomngannnya nggk bener, apa yang bisa di percaya darinya?? Nggk ada. sejak awal tu ramadhan. Tetap di tanggal 29 juni tu debi ngomong serius denganku di depan keluarganya untuk menikahiku di tahun 2015 nanti Kisahku semakin berbunga mekar terhadap debi, tanpa sepengetahuan debi aku berkisah dengan iqbal, dan tanpa sepengetahuan iqbal, aku telah merangkai lagi kisah indah dengan dambaan hati.
16 agustus, tanggal ini aku udah janji mendaki bareng Dp,, tapi dianya nggk bisa pulang. Dan udah janji janji pulang bareng anak sanggar n qibal, jika dp jadi mendaki bareng aku dan qibal, pasti aku kenalkan dp ma iqbal sebagai sahabat, karena emang iya sejak kita udah end. Hubungan kita tak pernah terasa lebih lagi.. sebelum menuju padang panjang aku udah janji janjian ma anak sanggar, tapi karena banyak yang sibuk. Jadi yang pergi Cuma, aku, qibal, halim, waldy, adek ku sarah n rahmat dkk.. di hari itu, sebenarnya iqbal agak berat hati karena dana minim sekali. tapi karena aku keras mau pergi, dia juga ikutan nuruti kemauan cewe’nya ne. Dari pagi kita packing dan siangnya setelah aku pulang ngajar pramuka di SD 05 kalumbuk, ngebut-ngebut deh aku ke rumah kak dicky buat jemput sleeping bad, dan kerumah debi buat minta izin, debi Cuma bilang “terserah” karena debi tau aku kalau udah ingin, apapun nggk bakal bisa ngalangin, di sini ku salami tangan debi dan pamitan sama dia sambil minta di doain.. kali ini aku bohong-bohong jujur sama debi, aku bilang mendakinya Cuma bareng anak sanggar buat ngerayain 17 agustus di puncak.. udah tu aku langsung pulang dan setelah nyampei rumah aku langsung aku masak dadar telur buat bekal kita ntar, dan kakakku juga ikut ngebantuin nungkus sebungkus dari 3 bungkus nasi, sebenarnya kakakku pengen ikut, tapi aku takut takutin, biar nggk jadi ikut :D, jam udah steng 14 WIB,  iqbal datang menjemput aku ke rumah.. setelah minta izin ma ayah, ibu untuk pergi mendaki, aku berangkat bareng iqbal ke bukit pakei motornya iqbal, sambil nunggu adekku, kami berenti dulu di kadai buat ngeteh n beli bekal, setelah nyampei di depan MAN koto baru jam steng 5, aku ma iqbal nunggu adek2 ku dulu, sampei akhirnya kita ketemu.. stelah ketemu kita barengan berangkat menuju kos rahmat yang di bukit, tapi karena motornya iqbal mati pajak, pas pula ada polisi, terpaksa deh kami berdua putar balik dari pada motornya ntar kena tilang, malah tanbah gawat pula ntar urusannya.
Dan akhirnya kami janjian nunggu di tower, seperti biasa saking leletnya rahmat, jam 10 baru ia nyampei di tower bareng adek2ku dan teman-temannya.. selama menunggu aku dan qibal ngevidioin motor-motor yang melampaui area parkir, tu menandakan puncak merapi malam 17 agus ne bakalan rame banget, apa lagi bakal ada acara pengibaran bendera 1000 MDPL, semakin malam semakin banyak ja motor yang yang naik apalagi yang jalan kaki, dari tower, cadas merapi udah nampak di penuhi oleh tenda-tenda dan lampu para pendaki. Sedikit kesal, hpnya iqbal berdering dia ngomong da da da gitu, aku kira tu abangnya dia, makanya aku nyantei aja. Setelah ia nelfon, lalu dia cerita, yang barusan nelfon mantannya dia si radha, alias  radha radha gila (saking kesal sama yang namanya radha) jujur sebenanrnya aku pengen marah malam tu bal, hanya saja aku tak ingin merusak malam mendaki kita ne, makanya aku diam, dan mendengarkan cerita kamu tentang radha tu yang mendaki juga bareng pacarnya.. lama menunggu perut jadi laper, dan kami memutuskan nyari tempat paling pojok mushalla dekat tower untuk makan, iqbal muji masakan aku, ia bilang masakan aku enak, hmm ya iya lah bal, masaknya pakei cinta yang di bumbui sayang. Makanya enak Hehee.. selesai kita makan, nggk beberapa lama kemudian baru lah datang anggota kita buat mendaki. Setelah daftar, kelar. Kita putuskan untuk menuju puncak merapi. :D Cuma berenti di posko II, setelah itu kita nggk ada lagi istirahat jalan terus menuju puncak tanpa ngediriin tenda, mendaki kali ini terasa capek, letih, dan dingin menusuk tulang banget. Dan kekasih ku iqbal tetap setia menggenggam tanganku erat. Nyampei cadas subuh gelap, gemerlap lampu kota tanpa indah menghiasi hari yang menjelang pagi ne, dan ne kaki udah nggk sanggup lagi untuk melangkah karena nggk ada istrahat sedikitpun, tapi iqbal tetap nyemangatin, “cepat yank, ntar sunrise nya keburu muncul” aku senyum dan semangat lagi buat ngelanjutin menuju puncak. Pendakian kali ne sungguh amat sangat menguras tenaga dari pendakianku yang sebelum-sebelumnya.. dan Cuma di pendakian kali ne aku nggk ada ke taman aidelwis, nyampei di tugu abel ya kita mentok aja di sana untuk istirahat, sementara yang lain udah mulai berkeliaran, cuaca lagi nggk bagus, di puncak hari panas banget, tapi dingin, cuaca nggk stabil gitu hingga ne kulit kering, dan tenggorokan perih, di sini aku dan iqbal ngulang mengikat janji, iqbal ngevidioin aku berjanji buat dia, dia minta aku untuk tidak pernah ngucap kata-kata putus lagi jika kita ada masalah. Dan di sini, aku beneran serius berjanji. Sambil malu di vidioin janjinya. Sebenarnya kamu tau, aku ne sayang, tapi kamu tu tampak ragu bal, jelas sekali terlihat dari bahasa tubuh kamu, waktu tu kamu juga nyoret-nyoret tangan aku dengan spidol dan bikin gambar hati sebelah di tangan kamu dan sebelahnya lagi di tangan aku. Setelah kita satuin barulah menjadi love yang sempurna, dan berharap cinta kita juga bakal sempurna lagi seperti gambar yang telah kita paparkan pada tangan masing-masing hingga menyatu, di sini kita banyak foto berdua, curhat-curhatan, lucu-lucuan dan aku memandang, tanpak gelisah engkau pada pendakian kali ne bal, ntah apa penyebabnya, yang jelas instingku tak pernah salah,,, tu yang ku rasain bal...  setelah lama beristirahat, datang deh si dedek-dedek nyamperin, yang kasihan lagi adek ku sarah dia di cuexin sama pacarnya.. hahaaa kasian, iqbal marah aku ngetawain adek aku, setelah alim datang, baru deh keluar mulut cerewet ne, ngapain dia cuexin adek gw..perut terasa laper untung semalam tu nasi nggk aku habisin bareng qibal, dan masih tersisa 2 bungkus. Kita makan deh sama-sama dengan sambal seadanya dan kacang pedas pilus. Hari udah hampir jam 09:00  pagi, tapi ne bedera 1000 M yang di tunggu tunggu belum juga berkibar, hingga kami memutuskan untuk turun, menjelang mau turun, eh baru deh tu bendera datang, aku dan qibal mrnyaksikan bendera 1000 M tu, bener-bener panjang, dan ini belum seberapa di bandingin pengorbanan pahlawan kita buat memerdekakan negara kesatuan republik indonesia ne, tak mau nyia-nyiain kesempatan, aku dan yang lain kodak-kodak deh di bendera tu, sambil si qibal ikut ngevidioin dan aku sebagai reporternya. Tapi sayang kami nggk ikut upacara lantaran kondisi badan udah nggk memungkinkan lagi, dalam perjalanan menjelang turun muncullah konflik antara aku dan iqbal, sebenarnya ini Cuma salah paham aja, hanya saja iqbal belum mengerti siapa aku sebenarnya jika udah ngumpul-ngumpul bareng anak-anak sanggar. Di sini aku kenalan sama anak UPI namanya putra, waldy bilang dia cucok makanya aku ikut-ikutan gatel buat manasin kak madi ntar kalau udah nyampei padang. Kalau di pandang-pandang ternyata putra mirip banget sama daniel si mantan. Hmmm Tanpa mikir perasaan qibal, dengan spontan aku merangkul tangan putra dan di foto sama si alim pakei hpnya.  Sebenarnya niatku Cuma pengen foto bareng bendera yang dia pegang, tapi lantaran penyakit iseng kambuh tanpa sadar kilaf ku pegang tangannya, hingga iqbal pergi dan turun sedirian, setelah sadar iqbal jalan duluan, barudeh aku nyusul, aku panggil-panggil dia nggak balas, tanpa malu aku teriakin keras-keras namanya dari cadas atas, tapi tetap dia nyelonong turun sendirian, baru aku sadar dia udah sangat marah dengan keganjenanku. Dengan cepat aku melangkah buat nyusul dia tapi tetap nggk ke susul, yang namanya jalan di cadas mana bisa lari, salah injak sedikit bisa-bisa nama aja yang pulang ntar. Setelah nyampei di cadas bawah, aku melihat pacarku duduk manis. Pengen manggil namanya eh keliatan di sebelahnya radha radha gila, tanpa ada kata ne air mata udah berurai, sampai nggk bisa lagi ku bendung, dengan hati yang iba aku berlari sekencang mungkin untuk turun tanpa ku hiraukan dia memanggil manggil namaku. Ternyata ini yang menyebabkan ia cepetan turun dari cadas karena ngeliat radha radha gila di cadas bawah, aku kira dia marah karena aku udah ganjen, dengan sesak nafas ku, tak ku hentikan langkahku untuk berlari.. sampai pada 1 tempat, aku harus duduk dan berhenti mengambil nafas, baru lah aku ngerasa bodoh!! Inilah iqbal yang sebenarnya dalam hati aku ingin berteriak dan memaki diriku ini! Ingin ku teriakkan bahwa aku BENCIIIiiiiiii.... :’( saat nangis alim nanya “kenapa kak?” , “gw benci iqbal!” sambil ceritain kisah waktu di cadas bareng iqbal ma alim, iqbalnya datang, dan aku langsung pergi lari turun saking kesalnya, sampai pada akhirnya kita sama-sama berhenti dan aku langsung ngambil tas yang dari tugu abel kita change, aku bawa tas iqbal dan iqbal bawa tas aku, di sini kita bertengkar kecil. “ biar bal yang bawa” dengan egois ku tarik tu tas dan ku tinggal lagi dia di belakang!! Sampei kita ketemu iqbalnya yang cuex sekarang, hingga ku biar aja dia jalan duluan, di perjalanan aku terjatuh dari tebing,  ungtung waktu ntu aku bareng waldy, dia yang nolongin, sendal udah putus, kaki terkilir, di ketawain pula tu sama pendaki lain, malu sebenernya, sambil nahan sakit pas jatuh tu aku ketawa buat ngilangin malu. dengan sakit waldy yang memapah aku turun dari merapi lambat-lambat sambil ngebawain semua barang-barang aku sedangkan iqbal, hmmm ntah lah dia udah duluan ninggalin aku, di sini aku nangis, nyesel banget pergi mendaki sekarang ne, nyesel-nyesel banget!! Nyampei d separo jalan aku ketemu iqbal, dia nungguin aku, dan waldy cerita, dengan nada keras dia marahi aku, dia bilang aku keras kepala, di sini baru aku cerita. “jadi gara-gara tu bal nggk dengerin waktu ca manggil manggil bal di cadas? Karna bal ngeliat radha di bawah, dan pengen buruan nyusul dia??? Cara dia tu anjing banget!! Di sini dia baru jelasin, dia marah sebenarnya karena aku ganjen ma cwo’ lain, “d mana letak harga diri bal ca? cewe’ bal ngerangkul cwo’ lain???”. Hmmm baru aku terdiam. Dengan beribu alasan aku jawab. Hingga tu konflik kita kelarkan di tertengahan jalan merapi tu, dan suasana udah mulai stabil kaya’ biasa... dan kita change tas lagi. Baru kita jalan barengan lagi turunnya.. nyampei di bawah kita langsung ambil motor dan nyampei d tower, kita d periksa oleh petugas, yang ketauan ngambil aidelwis turun langsung di sita aidelwisnya dan ngebayar denda, karena aku nggk ada ikut-ikutan nyuri aidelwis, aku di kasih setangkai sama petugas.. dan Cuma setangkai aidelwis tu yang ku bawa pulang. Hari menunjukkan jam 3 sore, kali ne kita nggk langsung pulang, kita ke padang panjang dulu ke rumah tantenya waldy untuk istrahat, disini kita mandi, ganti baju, masak mie dan tiduran sampei maghrib, sambil istirahat tiba-tiba datang alim manas-manasin iqbal, sambil ngzoom tu foto saat aku ngerangkut tangan cowo’ waktu di cadas tu, dan suasana mulai tak baik lagi, kita berantem lagi.. iqbal bilang gini “kalua selingkuh, kalau nggk keliatan ma bal, nggk apa-apa ca, ne di depan bal. Ada ca fikirkan perasaan bal, dan seandainya ca yang bal gituin gimana rasanya?? Hmmm, dan kita mulai cuex lagi, lewat maghrib setelah makan kita pamitan sama tantenya waldy buat pamit pulang kepadang.... kondisi badanku sangat lemas, bibir pecah-pecah dan memerah, badan terasa panas dan meriang mendingin menjelang pulang nyampei padang, dari padang panjang, kita Cuma diam diam aja di atas motor tanpa kata, udah di air pacah baru kita ada bicara.. dan malam tu iqbal nganterin aku sampei pintu rumah setelah kita damai lagi.. pegel capek banget, nyampei kamar aku langsung tepar... dan paginya aku sakit, panas tinggi, bibir gosong, jelek kali ku pandangi wajahku di depan kaca, tanpak loyo penuh masalah.. hari ne sabtu, dalam keadaan sakit, aku tetap menjalankan rutinitasku untuk ngajar sekali seminggu di SD 05 Kalumbuk, pulang ngajar aku di suruh debi kerumahnya, nyampei dirumahnya langsung droup..,udah nggk ada kata yang ngewakili rasa badan ne. Saat aku sakit , debi yang ngerawat aku, dia yang beliin obat dumin, biar panasku turun, badan terasa kaku dan sulit di gerakkan dia selimuti aku, terasa banget sayang debi sama aku.. dalam nada manja aku merengek sakit.. debi Cuma bilang “dari awal udah bg larang, tapi ndak di dengerin bg ngomong”  sambil mijitin kaki aku hingga ku terlelap di depan televisi ruang tamu rumahnya. 2 jam kemudian panas ku turun, badan udah lumayan enakan baru deh aku bisa ketawa lagi, sambil di olok-olokin sama debi yang bilang aku keras kepala. Sambil senyum aku jawab, “bg mungkin belum ngerasain sensasi berdiri di puncak merapi tu, cobalah bg coba agak sekali, bakal candu bg ntar tu” dia bilang gini, “bg nggk hobi ca, sedangkan jalan kaki sampai pasar bandar buat aja udah capek kali kaki bg, apalagi mendaki” sambil becanda aku lari keluar rumahnya sambil buka jok motor dan ngambilin setangkai aidelwis yang ku dapat dari petugas penjaga gunung merapi tu. “ne bg ca bawain aidelwis buat bg” “hmm,, bunga apa tu ca??” “ne yang aidelwis tu bg, rata-rata setiap orang yang udah pernah mendaki pasti ada aidelwis di dompetnya”,,dia nanya buat apa ne bunga??? “bg simpan aja di dalam dompet bg, bunga ne menandakan keabadian, biar aja ne bunga mekar sendiri, coba j bg perhatikan besok mekar ne bunga ma, cium baunya, semoga rasa bg juga bakal abadi sama ca setelah bg cium harum aidelwis tu” sambil ngeluarin aidelwis yang ku punya dari dalam dompetku. Dan akhirnya debi ngambil tu bunga abadi dan meletakkannya di atas lemari, sambil menunggu tu bunga mekar besok harinya.
Iqbal, di awal semester V ne aku menjadi sangat jijik sama mantan bal bal, sangat sejak kita turun merapi, sangat dan sangat saat kita ketemu di auditorium pas daftar ulang, sangat sangat jijik, ketika radha radha gila tu mengenakan style yang persis sama dengan ku, sangat jijik aku bal! Sangat!! Dengan wajah kusam, bibir kering, merasa malas jika aku memandangi diri ku di depan cermin, terlihat jelek.. sejak turun merapi pada 17 agus tu lah hubungan aku dan iqbal menjarak, bahkan amat sangat menjarak. Dia sangat marah saat momen turun cadas. Seandainya engkau seperti aku bal, yang meredam semua kesalahanmu, dan hanya akan marah ketika momen tu terjadi, lepas dari tu aku akan berusaha tak mengingatnya lagi sekalipun takkan bisa aku maafkan semua momen yang pernah membuat hati ku luka. Banyak kata yang terungkap dari mulutmu tanpa kau fikirkan aku akan luka dengan kalimat-kalimat yang keluar dari mulutmu, bosan, pengen break rasa pudar, semua ku telah mentah,
Makasi ibal, telah hadir dan memberi warna di hidupku, terimakasi telah mengobati lukaku yang amat sangat dalam, aku jahat, aku tau itu...
Sekarang aku sungguh telah sangat bahagia dengan orang lama. Orang yang selalu menjadi doa dalam shalat ku, orang yang selalu ku berharap berjodah dengannya, hingga Allah mendengar , menjawab doaku hingga kami di persatukan kembali, orang yang selalu bangga ku ceritakan pada teman-temanku, orang selalu ku bilang sama yulia, “ya jika aku mati muda atau karena apalah, 1 pesan ca ya, bilang sama debi, ca sayang banget sama dia ya, bahkan selalu ingin ada di masa depannya kelak” orang yang aku pilih untuk ku memohon surga kepadanya. Orang yang aku cinta dan akan mencintaiku sampai akhir hayatnya, dan yang akan menjadi yang terakhir di hidupku, dan Alhamdulillah, semua terhijabbah. Dan betapa besar nikmat cinta ini kurasakan, sungguh manis janji Tuhan terhadap diriku dalam menghijabbah doa-doa panjangku.
Tuhan tak pernah salah dalam pertemuan kita, Dia atur, Dia bolak-balikkan hatiku terhadap mu. Kadang sakit, kadang nyesel, kadang labil, itu lh aku bal. Tak pernah berpendirian dalam hubungan kita, bahkan di akhir, aku tak lagi berusaha mengupayakan kita untuk ada di masa depan yang sama.
Hari ini iqbal telah membokir facebook ku. Itu artinya ia telah sangat ingin move on dari ku untuk selamanya... Hmmm, salam manis dari ku untuk mu yang pernah ada dan bersemayam lama di hati dan ragaku. MUHAMMAD IQBAL MAYUDI. Sampai jumpa lagi di lain waktu saat rasa kita sama-sama tak rasa lagi, dalam tegur sapa aku mohon dengan sangat,, jadilah seperti halnya kita tak pernah menjalin kasih Cuma itu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar